Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala Satpol PP DKI Minta Anak Buahnya Tak Bosan Pantau Protokol Kesehatan

Arifin meminta Satpol PP yang sudah mulai jenuh, tetap mengawasi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  14:47 WIB
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin seusai menghadiri rapat pimpinan di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (10/9/2020). JIBI - Bisnis/Nyoman Ari Wahyudi
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin seusai menghadiri rapat pimpinan di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (10/9/2020). JIBI - Bisnis/Nyoman Ari Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin di kawasan Monas, Senin (21/12/2020), meminta jajarannya tidak bosan memantau penegakan protokol kesehatan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta.

Arifin meminta  Satpol PP yang sudah mulai jenuh, tetap mengawasi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir di Jakarta.

"Tidak boleh berhenti, mungkin jenuh dan bosan. Tapi memang kedisiplinan masyarakat itu perlu diperhatikan lewat pengawasan ya. Kita ingin tegakkan lagi kesadaran masyarakat," ujar Arifin di kawasan Monas, Senin (21/12/2020).

Ia pun berkomitmen bersama dengan pihaknya untuk tetap melakukan pengawasan lebih ketat lagi termasuk untuk kawasan perkantoran yang juga menjadi sorotan dalam Seruan Gubernur 17/2020.

Dikatakan, Satpol PP DKI Jakarta telah menghimpun Rp5,5 miliar yang berasal dari denda para pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  masa transisi sejak pandemi Covid-19 merebak di Ibu Kota.

"Keseluruhan sudah Rp5,5 miliar sampai dengan kemarin tanggal 20 (Desember) yakni dari pelanggaran masker, termasuk dari pelanggaran pertokoan dan perkantoran," ujarnya.

Arifin mengatakan, denda yang paling besar berasal dari perkantoran dan pertokoan dengan nominal Rp50 juta, denda itu pun diberikan karena ditemukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Ada restoran, ada juga kemarin kerumunan. Itu ada yang kita kenakan sampai Rp50 juta," tambahnya mengungkap asal denda terbanyak.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top