Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MRT Jakarta Mau Akuisisi Kereta Komuter, Serikat Pekerja: Ironis!

Ketua Umum SPKA Edi Suryanto beralasan akusisi berpotensi merusak sistem transportasi perkeretaapian yang sudah baik terintegrasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  05:43 WIB
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) menolak rencana PT Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta mengakuisisi saham PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Ketua Umum SPKA Edi Suryanto beralasan akusisi berpotensi merusak sistem transportasi perkeretaapian yang sudah baik terintegrasi.

"Merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait dan manajemen PT KAI (Kereta Api Indonesia) untuk menolak aksi korporasi PT MRT Jakarta yang akan mengakuisisi 51 persen saham PT KCI dari PT KAI," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/1/2021).

Menurut Edi, pengelolaan integrasi transportasi menjadi wewenang Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), jika mengacu pada Pasal 6 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Selain itu, SKPA menganggap idealnya BUMN yang mendapat saham mayoritas ketimbang BUMD.

"Karena BUMN lebih elastis dalam pengembangan bisnis secara nasional," katanya.

Dia menganggap ironis apabila PT MRT Jakarta, salah satu BUMD DKI, memperoleh saham lebih banyak. Pasalnya, PT KCI sebagai anak perusahaan PT KAI yang telah mampu menjadikan layanan perkeretaapian kota selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu justru diakuisisi perusahaan baru.

"Integrasi antarmoda bisa dilakukan tanpa perlu akuisisi," ujarnya.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta akan mengakuisisi 51 persen saham PT KCI demi pengembangan sistem integrasi transportasi di Jabodetabek.

 PT MRT bakal memanfaatkan dana pinjaman dari PT SMI Rp 1,7 triliun untuk akuisisi tersebut. Kucuran dana ini merupakan uang pinjaman pemulihan ekonomi nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt pt kai commuter line

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top