Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPBD DKI Sebut Ada 34 Titik Rawan Banjir di Jakarta

34 kelurahan di DKI Jakarta diidentifikasi memiliki tingkat kerawanan banjir yang relatif tinggi jika curah hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  14:50 WIB
Warga menaiki perahu karet saat melintasi banjir di kawasan Kemang Raya, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Tingginya intensitas hujan mengakibatkan sejumlah wilayah di ibu kota terendam banjir. - ANTARA/Wahyu Putro A
Warga menaiki perahu karet saat melintasi banjir di kawasan Kemang Raya, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Tingginya intensitas hujan mengakibatkan sejumlah wilayah di ibu kota terendam banjir. - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana atau BPBD DKI Jakarta bakal memfokuskan antisipasi potensi bencana banjir di 34 kelurahan yang berada di sepanjang aliran Sugai Ciliwung. Pasalnya, 34 kelurahan itu diidentifikasi memiliki tingkat kerawanan banjir yang relatif tinggi.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan konsentrasi penanganan potensi bencana banjir itu relatif mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Dengan pengalaman 2020 ada 82 kelurahan namun yang menjadi konsentrasi kita ada 34 kelurahan, karena dari 34 kelurahan itu letaknya ada di daerah aliran Sungai Ciliwung,” kata Sabdo dalam media briefing Siaga Banjir Jakarta pada Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, 34 kelurahan tersebut diidentifikasi memiliki tingkat kerawanan banjir yang relatif tinggi jika curah hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan para wali kota, camat, lurah dan seluruh unsur apabila ada hal-hal yang tidak kita inginkan seperti tahun lalu,” ujarnya.

BPBD DKI Jakarta juga mengeluarkan peringatan dini atas potensi curah hujan dengan intensitas yang lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang puting beliung di wilayah DKI Jakarta pada 28 Januari hingga 2 Februari 2021.

Peringatan itu berasal dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar masyarakat lebih waspada dan mempersiapkan diri.

“Kami mengimbau agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menjaga diri dari hujan angin. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini dapat menimbulkan genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin,” kata Sabdo.

Dia menuturkan, BMKG telah mengeluarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir atau banjir bandang dalam 2 hari ke depan. DKI Jakarta masuk dalam potensi dampak dengan status siaga.

"Kami juga telah mengimbau kepada OPD terkait, para Camat dan Lurah daerah rawan banjir atau longsor agar antisipasi dengan menyiagakan PPSU dan Satgas Banjir / Dinas SDA Kecamatan. Masyarakat dapat menghubungi 112 apabila membutuhkan bantuan,” ujarnya.

BMKG mencatat 94 persen dari 342 Zona Musim di wilayah Indonesia saat ini telah memasuki musim hujan. Adapun, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bencana banjir tidak bakal terhindarkan jika curah hujan di wilayah Ibu kota berada di atas 100 milimeter (mm) per hari terkait dengan fenomena la nina pada akhir 2020.

Pendapat itu diutarakan Anies saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Lapangan Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, pada Rabu (4/11/2020) pagi.

“Sistem drainase kota Jakarta memiliki ambang batas rata-rata memiliki kapasitas maksimal untuk menampung 100 mm hujan per hari. Rata-rata, ada yang 50 mm ada 70 mm ada 120 mm ada 150 mm tergantung kawasannya. Tapi rata-rata sekitar 100 mm,” kata Anies.

Dengan demikian, dia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mesti memastikan tidak ada bencana banjir jika curah hujan berada di bawah 100 mm.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir dki jakarta Pemprov DKI
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top