Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tolak Vaksinasi Covid-19 Didenda, Anies: Vaksinnya Saja Masih Terbatas!

Polemik itu, menurut Anies, bakal relevan untuk dibicarakan ketika ketersediaan vaksin lebih banyak dari populasi penduduk.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  12:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri Rapim Polda Metro Jaya di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (18/2/2021). JIBI - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri Rapim Polda Metro Jaya di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (18/2/2021). JIBI - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkelakar perdebatan ihwal denda bagi orang yang menolak vaksinasi Covid-19 tidak relevan untuk dibicarakan lantaran ketersediaan vaksin di dalam negeri masih terbatas.

Pendapat itu disampaikan Anies usai menghadiri Rapim Polda Metro Jaya di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (18/2/2021).

“Saat ini jumlah vaksinya saja masih terbatas jangankan yang mau dan tidak mau, wong vaksinya saja terbatas. Kita ngomong begitu kalau vaksinnya sudah lebih banyak dari jumlah penduduknya,” katanya.

Polemik itu, menurut Anies, bakal relevan untuk dibicarakan ketika ketersediaan vaksin lebih banyak dari populasi penduduk.

“Sekarang vaksinnya masih sedikit kok, yang mau saja yang divaksin gampang kan? Ngobrolnya nanti kalau sudah vaksinnya lebih banyak daripada jumlah penduduk,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian masyarakat menilai negatif langkah pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan sanksi denda bagi penolak vaksinasi Covid-19.

Misalkan, mantan Anggota Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning menolak dengan tegas disuntik vaksin  Covid-19 di hadapan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Kalau persoalan vaksin, saya tetap tidak mau divaksin maupun sampai 63 tahun bisa divaksin, saya sudah 63 nih. Mau yang semua usia boleh, tetap (tidak mau)," tegasnya dalam rapat kerja Komisi IX yang dihadiri Menkes, Kepala BPOM Penny Lukito, dan Direktur PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, Selasa (12/1/2021).

Politikus PDIP ini bahkan rela menerima hukuman atau sanksi dengan keputusannya tersebut.

"Misalnya, semua anak cucu saya dapat sanksi Rp5 juta, mending gue bayar, mau jual mobil kek," singgungnya.

Alasan Ribka ogah disuntik vaksin lantaran belum ada hasil uji klinis tahap III yang dilakukan Biofarma. Dia khawatir vaksin malah berdampak buruk bagi kesehatannya.

"Ini pengalaman saya. Vaksin polio untuk antipolio, malah lumpuh layu di Sukabumi. Terus antikaki gajah, di Majalaya mati 12. Karena di India ditolak, di Afrika ditolak, masuk di Indonesia dengan 1,3 triliun waktu saya ketua komisi. Saya ingat betul itu, jangan main-main vaksin ini," bebe

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top