Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Normalisasi Gagal, PSI: Anies Hamburkan Rp560 Miliar Demi Formula E

PSI menilai salah satu kesalahan Anies adalah ngotot menjatahkan Rp 560 miliar untuk commitment fee penyelenggaraan Formula E, bukan menjalankan normalisasi sungai.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  11:06 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021). - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021). - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Gubernur Anies Baswedan gagal menyusun prioritas kerja dan anggaran dengan baik sehingga menyebabkan terjadinya banjir Jakarta pada akhir Februari 2021.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan salah satu contoh tidak adanya anggaran prioritas lantaran Pemprov DKI mendaftarkan diri sebagai penyelenggara Formula E.

“Contoh gamblangnya Gubernur Anies ngotot menjatahkan Rp 560 miliar untuk commitment fee penyelenggaraan Formula E. Padahal jika dipakai untuk normalisasi sungai, rakyat Jakarta tidak perlu menderita karena banjir separah ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurutnya, keputusan Anies dan jajaran Pemprov DKI untuk menggelar event internasional Formula E pada tahun lalu menggambarkan sikapnya yang menomorduakan kebutuhan mendesak, yaitu penanganan banjir di DKI Jakarta.

Sementara itu, hal-hal tidak penting seperti penyelenggaraan Formula E justru didahulukan. Imbasnya, uang commitment fee yang sudah dibayarkan Pemprov DKI kepada penyelenggara Formula E tidak bisa dikembalikan saat ini juga. Padahal, Formula E di Jakarta yang seharusnya digelar Juni 2020 batal lantaran pandemi Covid-19.

Anggara menilai normalisasi sungai sangat mendesak dikerjakan. Pasalnya, kata dia, salah satu penyebab banjir adalah sungai yang tidak mampu menampung kiriman dari hulu.

“Gubernur Anies lebih memilih membayar formula E sebesar Rp560 miliar. Pemprov DKI justru gagal bayar Rp 160 miliar untuk program pembebasan tanah terkait penanggulangan banjir,” kata Anggara.

Terkait banjir yang melanda Jakarta akhir pekan lalu, Anggara menegaskan banjir tersebut bukan kiriman dari Bogor. Justru, kata dika, ada indikasi bahwa saluran-saluran air tidak dibersihkan dan pompa-pompa tidak disiapkan dengan baik. Hal ini diperparah dengan tinggginya curah hujan yang mengguru Jakarta.

“Kerja penanganan banjir selama tiga tahun [periode kepemimpinan] tidak terlihat. Sayang sekali Anies menyia-nyiakan waktu sepanjang itu,” kata Anggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Banjir Jakarta Anies Baswedan partai solidaritas indonesia
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top