Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kerumunan Tanah Abang, Tito Karnavian Diminta Tindak Anies Baswedan

Atas nama protokol kesehatan, Mendagri Tito Karnavian dinilai harus menjatuhkan sanksi kepada Gubernur DKI Jakarta.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  15:53 WIB
Sejumlah warga bergantian memasuki pintu Blok B di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 - Antara
Sejumlah warga bergantian memasuki pintu Blok B di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian diminta menegakkan Surat Intruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Pengamat politik LW Kemanusiaan Institutre Muhammad Mualimin menilai, Tito konsisten atas keputusan Pemerintah, kerumunan orang di Pasar Tanah Abang cukup untuk menilai bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya.

''Semua bukti foto dan video sudah jelas sekali. Di Tanah Abang itu kerumunan gila-gilaan. Apa gunanya melarang orang mudik ke desa, sedang di Jakarta manusia berjubel tak karuan," ujarnya, Senin (3/5/2021).

Atas nama protokol kesehatan, tegas Mualimin, harusnya Tito Karnavian menjatuhkan sanksi kepada Gubernur DKI Jakarta.

''Perekonomian negara porak-poranda dihantam Covid-19. Siapa pun yang tak becus menegakkan protokol kesehatan harus ditindak. Ketegasan diperlukan demi membangun Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaporkan jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin, Sabtu (1/5/2021), mencapai kisaran 87.000 orang.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat yang hendak berbelanja tak menumpuk di Pasar Tanah Abang.

Menurutnya, ada banyak pasar atau pusat belanja lain di Ibu Kota yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Bila mau berbelanja maka tentukan lokasi yang memang tidak penuh dan lebih longgar. Sehingga kita bisa bersama-sama mencegah kerumunan," tutur Anies di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu, (2/5/2021).

Anies menjelaskan jumlah pengunjung pada akhir pekan kemarin di Tanah Abang sangat jauh dari jumlah rata-rata pengunjung pada kondisi normal, yaitu 35.000 orang.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan Anies, hingga siang tadi ada sekitar 100.000 orang yang datang ke Pasar Tanah Abang.

Sekitar 2.500 personel dari Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang.

Pemerintah juga memberlakukan sistem buka tutup pintu gedung serta arus lalu lintas menuju Pasar Tanah Abang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan tanah abang Tito Karnavian
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top