Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jakpro, KAI dan Kemenhub Mulai Bahas Integrasi Transportasi di JIS

Waktu antara kereta penumpang melintas di JIS perlu diperbanyak. Selama ini di rel kereta sisi barat JIS lebih banyak dilewati kereta logistik dibanding kereta penumpang.
Maket komplek Jakarta International Stadium (JIS)./Bisnis-Aziz Rahardyan
Maket komplek Jakarta International Stadium (JIS)./Bisnis-Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA - Integrasi transportasi di Jakarta International Stadium mulai dibicarakan oleh tiga pihak.

Mereka adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Jakarta Propertindo (Perseroda), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan Kementerian Perhubungan.

Pembicaraan itu tidak terlepas dari konsep penataan transportasi di Jakarta International Stadium (JIS).

"Jadi memang konsepnya kami ingin melakukan integrasi di JIS ini," kata Manajer Konstruksi JIS M Rizki Fauzi saat ditemui Antara di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Rizki menyatakan pembangunan JIS menyampaikan pesan konsep "kebersamaan". Hal itu memerlukan dukungan transportasi massal terintegrasi untuk memudahkan masyarakat menuju JIS.

Rizki mengakui keterbatasan lahan yang dimiliki JIS sekitar kurang lebih 23 hektare termasuk digunakan untuk pembangunan stadion dan lanskap serta sarana penunjang lainnya.

Lahan yang ada, ujar Rizki, tidak memadai untuk tempat parkir luas bagi pengunjung. Lahan parkir JIS rencananya hanya berkapasitas 1.200 kendaraan.

Area parkir tersebut diprioritaskan untuk tim ofisial yang akan bertanding, aparatur pengamanan, pihak terkait pertandingan dan tim medis.

Untuk pengunjung rencananya dibuatkan kantong-kantong parkir terdekat dari JIS, misalnya di Kemayoran dan Ancol. Konsep ini membutuhkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain.

Guna menyiasati kapasitas lahan parkir kendaraan di JIS, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama PT KAI dan Kemenhub menggagas integrasi seluruh komponen transportasi massal yang ada di Jakarta. Intergrasi dimaksud meliputi Moda Raya Terpadu, Lintas Raya Terpadu, Bus Rapid Transit dan Kereta Rel Listrik.

Selain untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir, konsep transportasi massal terintegrasi menyampaikan pesan filosofi kebersamaan.

"Kebersamaan dalam hal ini adalah semua sama begitu, mau yang bayar tempat duduk VIP atau yang bayar tempat duduk di tribun atas, semua sama fasilitas yang diterapkan," kata Rizki.

Jakpro, PT KAI dan Kemenhub juga akan membahas kebutuhan stasiun baru KRL dengan rute menuju sisi barat JIS.

Diharapkan ada pembangunan stasiun KRL dengan rute menuju JIS dengan jarak kurang dari satu kilometer.

Saat ini stasiun terdekat dari JIS seperti stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok letaknya masih cukup jauh bila ditempuh pejalan kaki.

"Menurut perhitungan kami, jarak tempuh yang masih enak bagi pejalan kaki adalah sekitar 1 kilometer," ujar Rizki.

Selain itu, waktu antara kereta penumpang melintas di JIS juga perlu diperbanyak. Selama ini di rel kereta sisi barat JIS lebih banyak dilewati kereta logistik dibanding kereta penumpang.

"Lebih baiknya itu di setiap 10 menit ada pemberangkatan kereta yang menuju area JIS. Karena menurut studi kami, per 30 menit baru ada pemberangkatan kereta menuju area JIS ini," ungkap Rizki.

Rizki mengemukakan keberadaan JIS juga diharapkan menciptakan beragam transportasi publik yang memudahkan masyarakat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Saeno
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper