Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BOR Tempat Tidur Melebihi Kapasitas, Banyak Pasien Covid-19 Tertahan di IGD RSUD Tarakan

jumlah pasien yang dirawat bisa mencapai 300-400 orang, sehingga banyak yang masih tertahan di IGD, maka dipsang dua tenda darurat di SDN 02 Cideng.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Juli 2021  |  06:00 WIB
Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menyiapkan tempat tidur lipat (velbed) di dalam tenda darurat yang didirikan di halaman SDN 2 Cideng, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta, RSUD Tarakan mendirikan tenda darurat tersebut sebagai lokasi perawatan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kapasitas 10 tempat tidur. - Antara
Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menyiapkan tempat tidur lipat (velbed) di dalam tenda darurat yang didirikan di halaman SDN 2 Cideng, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta, RSUD Tarakan mendirikan tenda darurat tersebut sebagai lokasi perawatan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kapasitas 10 tempat tidur. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama RSUD Tarakan Dian Ekowati mengakui kekurangan dokter untuk menangani pasien terlihat dari keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) yang sudah melebihi kapasitas.

"Yang kami harapkan adalah ketersediaan dari SDM-nya. Untuk rumah sakit lapangan ini, dokter-dokter, relawan, kami masih membutuhkan sekitar lima orang lagi untuk operasional," kata Dian di RSUD Tarakan Jakarta Pusat, Senin (12/7/2021).

Dikatakan, bahwa sejak Juni, RSUD Tarakan telah meningkatkan kapasitas untuk pasien Covid-19 dengan penambahan sampai 250 tempat tidur.

Namun demikian, jumlah pasien yang dirawat bisa mencapai 300-400 orang, sehingga banyak yang masih tertahan di IGD.

Oleh karenanya, RSUD Tarakan pun memasang dua tenda darurat di SDN 02 Cideng, Jakarta Pusat sebagai RS Lapangan guna menampung pasien rawat inap Covid-19.

Selain keterisian tempat tidur yang melebihi kapasitas, Dian juga memaparkan bahwa pihaknya masih kekurangan tabung oksigen untuk memberikan suplai kepada para pasien.

Setidaknya masih dibutuhkan 50 tabung oksigen untuk membantu kelancaran pasokan kepada pasien Covid-19.

Penyediaan tabung pun ini nantinya akan difasilitasi oleh Kejati DKI Jakarta.

"Kami masih membutuhkan sekitar 50 tabung lagi agar suplainya ini aman. Alhamdulillah Bapak Kejari sudah mendukung kami untuk membantu penyediaan tabung oksigen," kata Dian.

Dian menambakan bahwa saat ini, RSUD Tarakan memiliki tiga distributor yang menyediakan pengisian tabung oksigen, yakni di Pulogadung, Cikarang dan Karawang.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top