Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Hujan, Sedia 4 ‘Payung’ sebelum Jakarta Banjir

Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan, mulai dari hujan disertai petir dan angin kencang serta hujan es.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 September 2021  |  11:54 WIB
Hujan - Istimewa
Hujan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki musim hujan, masyarakat di DKI Jakarta harus menyiapkan antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir. Salah satu antisipasi yang bisa dilakukan adalah memantau via aplikasi digital.

Mengutip laman Instagram resmi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis (23/9/2021), masyarakat Ibu Kota dapat memantau sejumlah informasi terkait dengan banjir dan kemungkinan-kemungkinannya.

Pertama, warga DKI bisa memantau fitur JakWarta di aplikasi JAKI. Di dalamnya, terdapat informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dan mitigasi banjir di Jakarta.

Kedua, pemantauan bisa dilakukan di fitur JakPantau di aplikasi JAKI.

Di dalamnya, terdapat informasi mengenai ketinggian air, pintu air, pos pengamatan, dan pompa air secara realtime.

Ketiga, pemantauan juga bisa dilakukan via media sosial, yakni laman Twitter Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI @BPBDJakarta.

Kabar tinggi muka air di-update secara berkala di laman Twitter tersebut.

Keempat, masyarakat DKI Jakarta bisa memantau kondisi terkait dengan banjir di situs pantaubanjir.jakarta.go.id. Di dalamnya, berisi informasi mengenai mitigasi banjir di berbagai wilayah di Jakarta.

Dengan menyiapkan antisipasi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya banjir, diharapkan dampak bencana tersebut terhadap warga Jakarta bisa diminimalisir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan.

"Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan, mulai dari hujan disertai petir dan angin kencang serta hujan es," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Rabu (22/9/2021) dikutip dari laman bmkg.go.id.

Dwikorita mengatakan, arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya. Namun, secara umum biasanya cuaca pada pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam. Awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh pada pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas.

Namun, menjelang sore hari, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

"Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati," tutur Dwikorita.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta BMKG hujan
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top