Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lokasi Formula E Tak Jelas, PDIP Tuding Anies Tak Punya Konsep Matang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempunyai perencanaan yang matang terkait dengan pagelaran ajang balapan mobil listrik tersebut di wilayah DKI Jakarta.
Tim asistensi Komisi Pengarah dari KLHK mengambil sampel aspal yang tersisa di kawasan uji coba pengaspalan untuk Formula E di silang Tenggara Monas, Rabu (26/2/2020)./Antara
Tim asistensi Komisi Pengarah dari KLHK mengambil sampel aspal yang tersisa di kawasan uji coba pengaspalan untuk Formula E di silang Tenggara Monas, Rabu (26/2/2020)./Antara
Bisnis.com, JAKARTA--Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memindahkan lokasi balapan Formula E kembali disorot.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempunyai perencanaan yang matang terkait dengan pagelaran ajang balapan mobil listrik tersebut di wilayah DKI Jakarta. 
 
Ditambah lagi, menurut Kent, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan juga memiliki masalah di dalam studi kelayakan penyelenggaraan Formula E tersebut.
 
"Dari awal sudah diduga, jika ajang balap mobil listrik Formula E tidak mempunyai perencanaan dan persiapan yang matang, baik dari segi lintasan dan yang lain-lain," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (10/10/2021).
 
Kent mengemukakan bahwa jika tidak pasti untuk menyelenggarakan Formula E, disarankan acara itu dibatalkan dan tarik semua dana yang saat ini telah masuk kepada FEO Ltd selaku promotor sekaligus pemegang lisensi Formula E.
 
"Jadi kalau memang tidak pasti untuk menggelar Balapan Mobil Listrik Formula E, ya batalkan saja kegiatan ini, jangan ngotot dan maksalah jika tidak punya persiapan yang matang," katanya.
 
Di samping itu, Kent juga sempat membandingkan penyelenggaraan Formula E dengan pembangunan sirkuit Moto GP di Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, persiapan Moto GP dinilai lebih matang dibandingkan dengan Formula E.
 
"Pembangunan Motor GP Sirkuit Mandalika sudah dimulai sejak bulan Oktober 2019 dengan segala persiapan yang matang sampai tahun 2021 bulan Oktober ini saja pembangunan infrastruktur sudah mencapai 94,3%, hampir selesai. Jadi bayangkan saja pembangunan Sirkuit Mandalika itu  membutuhkan waktu 3 tahun untuk persiapan segala sesuatunya, dan untuk pembangunan infrastrukturnya," ujarnya.
 
Lalu untuk pagelaran Formula E ini, sambung Kent, Pemprov DKI lewat PT JakPro telah melakukan penebangan pohon hingga membuat aspal baru, sementara di Monumen Nasional (Monas) yang rencananya bakal menjadi sirkuit Formula E dan ternyata pada akhirnya tidak mendapatkan izin dari pemerintah pusat. 
 
"Sudah sampai menebang pohon sana-sini dan sudah ngetes aspal di atas batu alam segala, sekarang katanya tidak dapat izin dari Pemerintah Pusat dan harus cari lokasi tempat balapan mobil listrik Formula E yang baru lagi, kalau kondisinya seperti ini, bagaimana mau didukung jika semuanya terkesan grasa-grusu dan tidak siap. Apalagi masa jabatan Gubernur Anies yang tinggal satu tahun lagi, Saya kira hal ini tidak mungkin akan terlaksana, tidak akan keburu," tuturnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper