Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soroti Kecelakaan Maut Transjakarta, Ini Rekomendasi DPRD DKI

Perusahaan perlu memfasilitasi pengemudi Transjakarta dengan jasa dokter sebagai bentuk kontrol perusahaan terhadap jasa pelayanan yang dihadirkan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  13:46 WIB
Kondisi bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA - HO/Satlantas Polres Metro Jaktim
Kondisi bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA - HO/Satlantas Polres Metro Jaktim

Bisnis.com, JAKARTA -- DPRD DKI Jakarta merekomendasikan agar PT Transjakarta menyediakan klinik untuk pengecekan kesehatan supir sebelum beroperasi. Dengan demikian, laka maut seperti di Cawang pada Senin (25/10/2021) tidak terulang.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan perusahaan perlu memfasilitasi pengemudi Transjakarta dengan jasa dokter sebagai bentuk kontrol perusahaan terhadap jasa pelayanan yang dihadirkan.

"Minimal harus ada klinik yang mengecek dan dokter yang mengontrol kesiapaan supir sebelum beroperasi. Jadi, ketika ingin beroperasi sopir dikontrol dulu. Bukan sekedar mengisi form," ujar Abdul, Rabu (27/10/2021).

Transjakarta sendiri telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya insiden tabrakan yang melibatkan bis dengan nomor BMP-240 dengan BMP-211 di halte Cawang Ciliwung arah Pinang Ranti.

Dalam laporan PT Transjakarta kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, perusahaan menyiapkan setidaknya 3 langkah; pertama mendorong pengecekan unit yang lebih intens dalam 1 pekan ke depan.

"Terutama, untuk bagian-bagian yang berhubungan dengan keselamatan. Contohnya, ban, rem, dan perlengkapan keselamatan lainnya," tulis pihak Tranjakarta dalam laporan resminya, Rabu (27/10/2021).

Kedua, melakukan pembaharuan prosedur dalam standar operation procedure (SOP) terkait dengan pengecekan kesehatan pengemudi sebelum beroperasi.

Ketiga, meningkatan fungsi perangkat dari command center Transjakarta agar dapat berkomunikasi secara cepat dengan kendaraan di lapangan.

Berdasarkan keterangan perusahaan, total pelanggan terimbas kecelakaan sebanyak 39 orang. Sebanyak 31 di antaranya mengalami luka ringan maupun berat dan dibawa ke RS Budi Asih, RS Polri, RS MMC.

Sebanyak 6 orang dalam kondisi cukup baik sehingga tidak memerlukan perawatan dan diperbolehkan pulang ke rumah. Sementara itu, 2 orang meninggal dunia, yaitu Pramudi 1 orang dan 1 orang pelanggan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transjakarta dprd dki
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top