Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jakarta Kerap Banjir, PDIP Dorong Anies Lanjutkan Normalisasi Sungai

Walaupun terlambat, Fraksi PDIP mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melanjutkan proyek normalisasi sungai untuk mengendalikan banjir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 November 2021  |  05:23 WIB
Warga beraktivitas di kawasan Sungai Ciliwung, Jakarta, Jumat (14/9/2018). - ANTARA/Galih Pradipta
Warga beraktivitas di kawasan Sungai Ciliwung, Jakarta, Jumat (14/9/2018). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengerjakan proyek normalisasi sungai pada sisa masa jabatan.

"Walaupun terlambat karena selama empat tahun terakhir, Pemerintah Provinsi  DKI tidak melakukan sedikit pun normalisasi dan restorasi sungai. Kami mendorong agar ini dilaksanakan," kata Agustina di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Bahkan Agustina meminta Pemprov DKI menambahkan anggaran untuk program normalisasi dan restorasi sungai Rp1,2 triliun pada 2022, serta mengalihkan anggaran lain yang dinilai tidak jelas, seperti sumur resapan dialihkan untuk normalisasi.

"Program yang tidak jelas seperti sumur resapan kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggaran dilimpahkan untuk normalisasi sungai," ujar dia.

Menurut Fraksi PDIP, progres normalisasi sangat penting untuk keberlanjutan pengendalian banjir untuk masa depan Jakarta, pasalnya dampak perubahan iklim dan dampak La Nina bisa dirasakan dari bencana banjir yang muncul lebih awal di setiap tahun.

"Semakin mengancamnya banjir di Jakarta ini membuat kita harus semakin bekerja keras dalam memikirkan jalan keluar terbaik agar Ibu Kota bisa mengurangi dampak banjir yang kerap terjadi," tutur Agustina.

Usulan penghapusan dana pembangunan sumur resapan pada 2022 juga diungkapkan oleh politikus PDIP yang menjadi Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah.

Ida menilai program sumur resapan tak begitu efektif dalam pengendalian banjir, namun dananya cukup besar.

"Mau dikurangi atau dihapus saya setuju saja," ungkap Ida.

Sejauh ini, usulan anggaran pembangunan sumur resapan sudah disepakati sebesar Rp120 miliar, namun jumlah ini masih mungkin berubah selama Rapat RAPBD 2022.

"Setidaknya saya minta dievaluasi. Saya berharap SDA mengevaluasi yang baru dibangun dan betul-betul di titik yang tepat tidak, jangan membuat masyarakat terheran-heran," tutur Ida.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta pdip Anies Baswedan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top