Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Booster di DKI Targetkan Lansia dan Orang dengan Komirbid

Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga di DKI Jakarta untuk sementara waktu akan difokuskan kepada warga lanjut usia (lansia).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  17:50 WIB
Ilustrasi petugas menyuntikkan vaksin booster kepada warga - Unsplased.com
Ilustrasi petugas menyuntikkan vaksin booster kepada warga - Unsplased.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga di DKI Jakarta untuk sementara waktu akan difokuskan kepada warga lanjut usia (lansia) dan warga usia di atas 18 tahun dengan komorbid. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan alasan di balik didahulukannya kedua golongan tersebut di atas adalah ketersediaan vaksin yang belum mencukupi untuk diberikan kepada seluruh warga DKI. 

"Vaksinnya belum datang semua. Karena vaksinnya belum datang semua, kami lakukan kepada kelompok lansia yang sudah siap [terlebih dahulu]," kata Widyastuti kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/1/2022). 

Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, sambungnya, orang yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga minimal berjarak 6 bulan sejak menerima suntikan kedua. 

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan vaksin dosis ketiga atau booster, sesuai kebijakan Pemerintah Pusat. Kick Off vaksin booster ini berlangsung di Puskesmas Kramat Jati, pada Rabu (12/1/2022). 

Widyastuti menyampaikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemprov DKI Jakarta siap melaksanakan vaksin booster. Pihaknya juga berkolaborasi dengan TNI/Polri dalam untuk percepatan vaksinasi dosis ketiga ini. 

“Masyarakat yang sudah bisa divaksin dosis ketiga ini adalah WNI, berusia 18 tahun ke atas, dan sudah lewat dari 6 bulan sejak dosis kedua. Tidak harus di faskes yang sama dengan lokasi vaksin dosis pertama dan kedua, bisa di faskes lain dengan menunjukkan tiket vaksin ketiga atau vaksin booster di aplikasi Peduli Lindungi,” kata Widyastuti melalui keterangan resmi. 

Untuk sementara ini, sambungnya, baru sebagian warga lansia yang sudah terbit tiket vaksin booster di aplikasi Peduli Lindungi. 

Namun, secara bertahap tiket tersebut akan terus diperbarui oleh Kementerian Kesehatan RI, sehingga bagi masyarakat yang belum keluar tiket vaksin ketiganya dapat menunggu pembaruan data tersebut. 

Masyarakat diimbau untuk mengecek tiket vaksin ketiga Covid-19 melalui aplikasi Peduli Lindungi secara mandiri sebelum datang ke faskes terdekat untuk mengurangi antrean dan menghindari kerumunan. 

Pelayanan vaksin booster ini terbuka untuk masyarakat ber-KTP DKI Jakarta maupun non-KTP DKI Jakarta. Untuk penduduk non-KTP DKI Jakarta, tidak perlu melampirkan surat keterangan domisili saat pelaksanaan vaksin booster.  

Adapun jenis vaksin yang diberikan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin di puskesmas dan dapat dilakukan kombinasi vaksin yang ditentukan Kemenkes RI, sebagai berikut: 

- Vaksin dosis 1&2 Sinovac -> Vaksin booster: Pfizer 1/2 dosis (0,15cc)

- Vaksin dosis 1&2 Sinovac -> Vaksin booster: AstraZeneca 1/2 dosis (0,25cc)

- Vaksin dosis 1&2 Astrazeneca -> Vaksin booster: Moderna 1/2 dosis (0,25cc)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top