Kasus Omicron di Jakarta Bertambah Jadi 825 Orang

Jumlah orang dengan status positif Covid-19 varian Omicron di Jakarta terus bertambah. Per hari ini, sebanyak 825.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan pernyataan di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/6/2021) malam./Antara
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan pernyataan di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/6/2021) malam./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah orang dengan status positif Covid-19 varian Omicron di Jakarta terus bertambah. Per hari ini, Selasa (17/1/2022), jumlah kasus Omicron di Ibu Kota sebanyak 825.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, dari total kasus, sebanyak 582  (70,5 persen) di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 243 (45,6 persen) bukan PPLN.

Secara keseluruhan, kasus Covid-19 di Jakarta pada 17 Januari 2022 terkonfirmasi sebanyak 493 kasus. Dengan demikian, total kasus infeksi Virus Corona di Ibu Kota per hari ini menjadi 871.422.

Dari total kasus, sebanyak 129 (26,2 persen) di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 364 (73,8 persen) bukan PPLN.

Mengantisipasi lonjakan kasus varian Omicron, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan kerja sama pemerintah dalam menghadapi pandemi dipastikan berlanjut untuk memenangkan perang melawan Covid-19.

Riza menyebut Pemprov DKI akan mempererat kerja sama dengan Satuan Tugas Nasional Penanganan Covid-19, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan pihak-pihak lain.

"DKI Jakarta siap menghadapi medan perang dalam rangka melawan varian baru Omicron," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (17/1/2022).

Dijelaskan, sebagai tempat transit warga negara asing (WNA) dan terdapat WNI yang datang dari luar negeri, Jakarta dinilai wajar jika berisiko tinggi menjadi daerah dengan tingkat paparan tertinggi Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan mempersiapkan Jakarta secara khusus untuk menjadi pionir dalam menghadapi 'medan perang' menghadapi lonjakan varian Omicron.

Alasannya, lebih dari 90 persen transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta. "Kita harus memastikan kita bisa menangani perang menghadapi Omicron," kata Budi dalam konferensi pers daring, Minggu (16/1/2022).

Namun, pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk membantu upaya percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi di Tanah Air.

Pemerintah memperkirakan puncak dari penularan Covid-19 varian Omicron pada Februari 2022. Terkait dengan hal itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kerumunan dan segera mendapatkan vaksin booster.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper