Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Jakarta Sulit Cari Rumah Sakit Akibat Omicron, Begini Kondisi di Lapangan

Dinkes DKI akan mengecek informasi masyarakat susah mendapatkan rumah sakit karena lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  06:55 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memberi keterangan di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/1/2022). - Antara
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memberi keterangan di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/1/2022). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan mengecek informasi bahwa masyarakat susah mendapatkan rumah sakit (RS) di Jakarta karena jumlahnya mencapai 194 unit di Ibu Kota akibat lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

"Tentu ini akan menjadi catatan bersama-sama. Saya akan cek sebenarnya, apakah penyebarannya (RS) atau apa? Karena pada dasarnya ada 140 dari 194 RS yang siap memberikan layanan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Hal tersebut diungkapkan Widyastuti mengomentari pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo yang menyatakan warga Jakarta mulai sulit mencari rumah sakit.

Bahkan, Widyastuti juga mengakui keterisian tempat tidur RS di Jakarta adalah sekitar 45 persen dari 3.900 unit tempat tidur isolasi yang tersedia.

Saat ini ada 3.900 tempat tidur untuk isolasi dan 611 untuk ICU. Keterisiannya dari 3.900 terisi 45 persen, jadi 'spare'-nya masih lebar," ujar Widyastuti.

Bahkan, ujarnya, hal itu belum mencapai kapasitas maksimal yang sesungguhnya bisa sampai 11 ribu lebih seperti tahun lalu.

"Sementara untuk unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU) terisi sebanyak 86 unit atau 15 persen dari 611 unit tempat tidur yang tersedia," ucapnya.

Pihaknya terus memantau perkembangan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di sejumlah rumah sakit. Menurutnya, dari 91 rumah yang ada, sudah menginput data di sistem.

"Dari sekitar 1.700 kasus Covid-1, sekitar 39 persen gejalanya ringan kemudian ada yang asimtomatis (tanpa gejala) sekitar sembilan persen," ucapnya.

Karena dari 45 persen keterisian RS itu, ada kebocoran sekitar 48 persen yang ternyata bergejala ringan dan tanpa gejala dirawat di rumah sakit.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1 dari 3 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru
Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top