Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melonjak Drastis! Permintaan Ambulans Gawat Darurat di Jakarta Gara-Gara Omicron

Kepala Unit Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyampaikan bahwa lonjakan kasus Omicron berdampak pada kenaikan permintaan ambulans.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 29 Januari 2022  |  12:17 WIB
Ambulans dibutuhkan untuk menolong pasien yang gawat darurat. - Istimewa
Ambulans dibutuhkan untuk menolong pasien yang gawat darurat. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Unit Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Winarto menyampaikan bahwa lonjakan kasus Omicron berdampak pada kenaikan permintaan ambulans.

Menurut dia, panggilan untuk menggunakan ambulans melonjak menjadi 573 panggilan. Padahal, panggilan penggunaan ambulans pada Desember 2021 hanya berada di angka 72.

“Kalau dibanding di bulan November-Desember 2021 itu kebetulan angka kasusnya lagi turun banget ya. Nah ketika di bulan Januari, memang sudah mulai bergerak naik, terutama mungkin pada saat informasi varian Omicron ya,” ujarnya, Sabtu (29/1/2022).

Meski begitu, Winarto menuturkan bahwa pasien yang diangkut oleh ambulans tersebut tidak semuanya menunjukkan gejala parah. Ada beberapa pasien ringan yang juga diangkut ambulans meski bergejala ringan.

“Walaupun mmg ada beberapa di kami gejala ringannya tetap harus diantar pake ambulan kami karena kan omicron kasus yang baru,” ucapnya.

Kasus Covid-19 Indonesia sendiri tercatat mengalami penambahan 9.905 kasus dengan DKI menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 4.558 pada Jumat (28/1/2022).

Sejak lonjakan beberapa terakhir ini berdampak pula pada keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta saat ini mencapai 45 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (27/1/2022) mengatakan BOR masih dalam kategori aman hingga angka 60-70 persen.

Jika melebihi batas itu, kata dia, perlu langkah khusus menambah tempat tidur isolasi.

"Tapi tetap kita lihat dan kalau memang jumlah tempat tidur Covid-19 perlu ditambah, maka kita tambah tentu dengan melakukan penyesuaian RS-nya, kemudian pengaturan area RS untuk full Covid-19 dengan yang campur, walau area perawatannya beda. Kita lihat semua aspek," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ambulans Covid-19 omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top