Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pak Anies Baswedan Ini Kritik Butet Kertaredjasa soal Revitalisasi TIM: Jejak Sejarah Dihapus!

Melalui akun Instagramnya, Butet menuliskan pengalamannya saat mengunjungi TIM dan mmenemukan banyak artefak kebudayaan yang hilang jejaknya setelah arena berkesenian bersejarah Indonesia tersebut direvitalisasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  05:10 WIB
Foto udara revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/2/2021). Pembangunan tahap I revitalisasi kawasan TIM oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) per akhir Januari 2021 mencapai 65,15 persen. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Foto udara revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/2/2021). Pembangunan tahap I revitalisasi kawasan TIM oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) per akhir Januari 2021 mencapai 65,15 persen. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA -- Seniman kawakan Butet Kertaredjasa menyampaikan kritik yang cukup pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait dengan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Melalui akun Instagramnya, Butet menuliskan pengalamannya saat mengunjungi TIM dan mmenemukan banyak artefak kebudayaan yang hilang jejaknya setelah arena berkesenian bersejarah Indonesia tersebut direvitalisasi.

"Semua bangunan ruang-ruang presentasi kesenian, gedung pameran, maupun panggung pertunjukkan, hilang tanpa ada bekasnya," tulis Butet seperti dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (21/6/2022).

Menurut Butet, terhitung sejak awal berdirinya pada 1960-an, jejak sejarah TIM sudah tidak meninggalkan bekas.

Dia mencatat, sejumlah situs kebudayaan yang hilang seperti Teater Arena, Teater Tertutup, Teater Terbuka, Studio Huriah Adam, Wisma Seni, Gedung Pameran, dan Graha Bakti.

Selain itu, dia juga mengkritisi perubahan payung TIM dari institusi sosial sebagai yayasan menjadi institusi bisnis sebagai perseroan terbatas.

"Jelas sekali maksudnya. Pendidikan dan kebudayaan bukan dimaknai sebagai investasi demi melahirkan manusia berkualitas," tegas Butet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top