Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Demo Terkait UMP DKI 2023 Batal Digelar Hari Ini

Aksi demonstrasi menolak besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta hari ini di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/11/2022) batal.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  09:56 WIB
Demo Terkait UMP DKI 2023 Batal Digelar Hari Ini
Presiden KSPI Said Iqbal di lokasi demo buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (6/9/2022) - BISNIS - Annasa Rizki Kamalina.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Serikat buruh batal menggelar aksi demonstrasi menolak besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta hari ini di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/11/2022).

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Said Iqbal menyebutkan demonstrasi akan digelar besok Jumat, 2 Desember 2022. Sayang dia tidak menyebutkan secara pasti alasan demo batal digelar.

“Tanggal 2 Desember,” kata Said Iqbal melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (1/12/2022).

Diketahui, Warga Kampung Bayam akan menggelar aksi demonstrasi pada hari ini di Balai Kota. Mereka menuntut agar bisa segera tinggal di Kampung Susun Bayam serta harga sewa yang ditawarkan lebih murah.

Di sisi lain, sebelumnya serikat buruh akan melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/12/2022). Mereka menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2023 sebesar 10,55 persen dan menolak kenaikan 5,6 persen atau Rp4.901.798.

“Pada yanggal 1 Desember ada aksi besar-besaran akan terjadi di Balai Kota, terus menerus setiap hari,” kata Said Iqbal dalam konferensi virtual, Rabu (30/11/2022).

Said Iqbal berharap UMP DKI 2023 minimal naik 10 persen seperti daerah-daerah lain yakni Majalengka, Subang, dan Cirebon yang mengambil angka kenaikan 10 persen

“Malu Ibu Kota upahnya naiknya lebih rendah dari Majalengka, Cirebon, Bogor, dan Subang. Memalukan. Tidak ada empati. Jauh dari Gubernur sebelumnya tentang kebijakannya, bukan tentang orangnya,” katanya.

Dia pun kemudian meminta Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk tetap merevisi UMP DKI tahun depan. Pasalnya kenaikan 5,6 persen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan buruh.

“Diubah, direvisi, jangan malu untuk merevisi,” tandasnya.

Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan UMP DKI 2023 sebesar Rp4.901.798 melalui Keputusan Gubernur Nomor 1153 Tahun 2022. Angka ini naik sebesar Rp259.944 dari UMP tahun 2022 lalu yaitu Rp 4.641.854 yang ditetapkan Mantan Gubernur Anies Baswedan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ump dki jakarta
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top