Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dinkes DKI: Ada 24 Kasus Covid BN.1 di Jakarta, 56 Persen Belum Vaksin Booster

Pasien varian Virus Corona (Covid-19) di DKI Jakarta varian BN 1 mencapai 24 orang, dimana sebagian besar belum divaksin booster.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 09 Desember 2022  |  22:16 WIB
Dinkes DKI: Ada 24 Kasus Covid BN.1 di Jakarta, 56 Persen Belum Vaksin Booster
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ngabila Salama mengkonfirmasi pasien varian Virus Corona (Covid-19) di DKI Jakarta mencapai 24 orang.

“Benar [24 orang],” kata Ngabila kepada Bisnis, Jumat (9/12/2022).

Ngabila menyebutkan bahwa 56 persen pasien Covid-19 yang terkena varian BN.1 belum mendapatkan vaksin booster dosis ketiga. Sehingga dia meminta agar masyarakat segera mendapat vaksin.

“56 persen BN.1 di Jakarta belum mendapatkan vaksinasi booster, ayo vaksinasi segera,” katanya.

Ngabila menyebutkan, varian BN.1 sejatinya pertama kali dideteksi di Jakarta pada 10 Oktober 2022. Menurutnya yang pertama kali terdeteksi adalah 1 orang Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) asal Singapura kala itu.

Adapun seminggu terakhir proporsinya 5 persen dari total varian yang ditemukan di Jakarta dari hasil genome sequencing.

Ngabila menambahkan bahwa 24 pasien BN.1 merupakan domisili Jakarta. Adapun dari jumlah tersebut 30 persen pasien tidak memiliki gejala dan 70 persen memiliki gejala ringan.

“Seluruh pasien isolasi mandiri di rumah sebagian besar sudah sembuh. Hanya 1 yang PPLN [Pelaku Perjalanan Luar Negeri] lainnya transmisi lokal,” katanya.

Ngabila juga merinci dari 24 pasien terdapat satu orang balita, lima orang anak non balita, dua lansia, dan sisanya usia dewasa. Dia pun meminta agar warga tidak panik dengan varian BN.1 dan melakukan pencegahan.

“Apa pun variannya jangan panik, pencegahannya sama. Cegah sakit dengan disiplin bermasker, cegah kematian dan long covid dengan vaksinasi lengkap,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Virus Corona dinas kesehatan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top