TNI-Polri Terjunkan 7.706 Personel Gabungan Kawal TPS Jakarta Raya

Kapolda Metro Jaya Karyoto menerjunkan 6.506 personel Polri dan sisanya sebanyak 1.200 pasukan TNI untuk mengamankan TPS di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
TNI-Polri Terjunkan 7.706 Personel Gabungan Kawal TPS Jakarta Raya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto di Kantor MUI, Selasa (2/5/2023). JIBI/Bisnis- Lukman Nur Hakim
TNI-Polri Terjunkan 7.706 Personel Gabungan Kawal TPS Jakarta Raya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto di Kantor MUI, Selasa (2/5/2023). JIBI/Bisnis- Lukman Nur Hakim

Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menerjunkan 7.706 personel gabungan TNI-Polri untuk tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengatakan dari jumlah tersebut terdapat 6.506 personel Polri dan sisanya sebanyak 1.200 pasukan TNI akan mengamankan TPS di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Telah 7.706 personel gabungan terdiri dari 6.506 polri dan 1.200 personel TNI untuk melaksanakan pengamanan pemungutan serta perhitungan suara pemilu 2024," tutur Karyoto di Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Dia menegaskan bahwa ribuan personel tersebut telah dibekali berbagai macam persiapan untuk bertindak secara profesional dalam pengamanan TPS pada hari H Pemilu.

Di samping itu, Jenderal Bintang Dua Polri itu menyatakan akan bahwa pihaknya telah mengklasifikasi 65.495 TPS dengan tiga kategori. Perinciannya, TPS kurang rawan ada 64.333 TPS, TPs awan 976 TPS, dan TPS sangat rawan 21 TPS.

"Selain TPS, juga perlu ada pengawalan dan pengamanan kotak suara dari TPS, ke PPS, dan PPK, sampai akhir di kantor KPU RI," pungkasnya.

Secara keseluruhan, Mabes Polri telah mengerahkan sebanyak 195.819 personel untuk mengamankan seluruh TPS di Tanah Air pada hari pelaksanaan pemungutan suara 14 Februari besok.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan ratusan ribu personel itu bakal disebar menjelang hari pencoblosan dan akan melakukan berkoordinasi dengan petugas TPS setempat.

Dia juga menekankan bahwa pihaknya telah membagi pejabat tinggi Polri mulai dari setingkat Kombes Pol hingga Jenderal Bintang Dua untuk mengawal jalannya TPS di seluruh wilayah.

"Setiap tim dibagi habis untuk memonitor pelaksanaan pemilu di masing-masing provinsi. Jadi kalau memang nanti ada yang sifatnya incidentil atau mungkin ada hal-hal yang lainnya apakah Pak Kapolri mau turun atau tidak, nanti melihat perkembangan berikutnya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper