Perang Tarif Hotel di Bogor Capai 40%

Perang tarif industri perhotelan di Kabupaten Bogor mencapai 30%-40% sebagai imbas dari kebijakan pemerintah melarang PNS mengadakan rapat di hotel.
Miftahul Khoer | 02 Desember 2014 19:03 WIB

Bisnis.com, BOGOR--Perang tarif industri perhotelan di Kabupaten Bogor mencapai 30%-40% sebagai imbas dari kebijakan pemerintah melarang PNS mengadakan rapat di hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Agus Chandra menuturkan kondisi perang tarif tersebut dinilai sudah tidak sehat sehingga menyebabkan penurunan pendapatan bagi pelaku usaha perhotelan.

"Mau gimana lagi, situasi sudah seperti ini. Hampir semua hotel menurunkan harga sewa kamar. Kalau harga tidak diturunkan, siapa yang mau sewa hotel," paparnya kepada Bisnis, Selasa (2/12).

Agus memaparkan perhotelan di kawasan Puncak, Bogor menjadi target pelaku usaha menurunkan harga sewa. Pasalnya, setelah pelarangan rapat PNS di hotel, pendapatan industri perhotelan anjlok hingga 60%.

Menurutnya, setelah adanya kebijakan pelarangan tersebut, momentum industri perhotelan untuk merebut ceruk bisnis sewa hotel tinggal hanya pada akhir pekan dan long weekend. Itupun katanya, masih belum maksimal ketimbang pendapatan dari kalangan PNS yang mengadakan rapat.

Oleh karena itu, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah strategi agar bisnis perhotelan bisa bertahan setelah adanya kebijakan pelarangan PNS rapat di hotel tersebut.

"Kami sekarang mulai jemput bola pada kalangan swasta. Jadi tidak lagi menunggu mereka datang," paparnya.

Menurutnya, strategi tersebut dinilai tepat. Apalagi, konsep jemput bola menawarkan harga sewa kamar dengan tarif terjangkau bisa membuat pelanggan merasa diistimewakan.

Dia menambahkan, agar pengeluaran tidak terus membengkak, kalangan manajemen hotel di Kabupaten Bogor saat ini tengah mulai menghemat anggaran. "Listrik, air hingga sumber daya manusia kita tekan. Kalau bisa hingga 50%," paparnya.

Dengan penghematan tersebut, katanya, diharapkan industri perhotelan di Kabupaten Bogor tidak memikul kerugian terlalu besar.
Apalagi, lanjutnya, tingkat okupansi setelah kebijakan pelarangan rapat PNS semakin terpuruk.

"Akhir-akhir ini pengunjung hotel di Kabupaten Bogor bahkan bisa mencapai 40%. Padahal idealnya rerata per hari sekitar 60%. Sekarang itu sulit dicapai," paparnya.

Tag : bogor, tarif hotel
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top