Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UMP naik, pengusaha Jakarta tetap optimistis

JAKARTA: Pengusaha Jakarta optimistis pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota pada 2012 tetap prospektif, kendati dibayangi dampak dari proses penaikan upah minimum provinsi dan situasi ekonomi kurang kondusif di kawasan Eropa.Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 30 November 2011  |  17:27 WIB

JAKARTA: Pengusaha Jakarta optimistis pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota pada 2012 tetap prospektif, kendati dibayangi dampak dari proses penaikan upah minimum provinsi dan situasi ekonomi kurang kondusif di kawasan Eropa.Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan proses penaikan upah minimum provinsi (UMP) di bawah tekanan para buruh dengan ancaman mogok masal dapat menurunkan peringkat Ibu Kota sebagai daerah tujuan berinvestasi.“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi tetap prospektif pada 2012, kendati dibayangi kekhawatiran akan terjadi penurunan peringkat Jakarta sebagai daerah tujuan berinvestasi,” katanya seusai acara syukuran hari ulang tahun Kadin Jaya, hari ini.Dia mengatakan sistem penetapan UMP dengan proses yang memberi peluang terjadi pertentangan antara pengusaha dan para buruh, dapat menimbulkan keengganan dan ketakutan kalangan dunia usaha untuk menanamkan modalnya.Melihat situasi perburuhan tersebut, lanjutnya, para investor baru akan berfikir ulang untuk berinvestasi dan pengusaha lama akan menangguhkan rencananya mengembangkan usaha.“Dalam situasi itu pertumbuhan ekonomi tetap prospektif,  tetapi tidak diikuti dengan penambahan jumlah tenaga kerja, karena industri menangguhkan rencana pengembangan usaha,” ujarnya.       Sarman juga mengungkapkan penetapan UMP DKI Jakarta 2012 mencapai 18,5% menjadi Rp1,52 juta dari upah tahun lalu Rp1,29 juta cukup merepotkan bagi industri padat karya, baik produsen barang maupun peritel.“Untuk itu melalui Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi perlu mengubah sistem penaikan UMP agar tidak menimbulkan masalah perburuhan dan prosentasenya seperti kenaikan gaji pegawai negeri sipil, tidak lebih dari 10%,” ujarnya.Sementara itu Yukki N. Hanafi, Wakil Ketua Umum Kadin Jaya, mengatakan pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan umumnya di Tanah Air pada 2012 tetap kondusif, kendati dibayangi situasi ekonomi kurang kondusif di sejumlah negara kawasan Eropa.Sebab, jika situasi ekonomi kurang kondusif di kawasan Eropa belum teratasi secara baik, maka dampaknya akan merambat hingga kawasan Amerika Serikat dan tidak menutup kemungkinan sampai ke Indonesia.“Kami harapkan masalah ekonomi itu segera teratasi, dan secara bersamaan pasar potensial dari Eropa dan AS bergesar ke kawasan Asean, termasuk ke Jakarta, sehingga dapat memicu pertumbuhan secara positif,” ujarnya.Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Jaya Daniswara Harjono mengatakan kerja sama ekonomi kawasan Asean dapat menguntungkan bagi Indonesia dan khususnya Jakarta mengingat potensi pasar maupun sumber daya alam sesungguhnya berada di Tanah Air.Potensi pasar di Asean dengan populasi penduduk sekitar 500 juta jiwa, mencapai 50% diantaranya berada di Indonesia, dan demikian juga potensi sumber daya alamanya yang melimpah.“Pengusaha nasional harus memanfaatkan potensi dan kekuatan ekonomi yang dimiliki negerinya sendiri secara optimal agar dapat menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar global,” ujarnya.(api)      


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top