Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGGARAN HIBAH DKI: Kenaikannya sebesar 215% ditengarai terkait pemenangan Fauzi Bowo

JAKARTA: Lembaga swadaya masyaarakat Indonesian Budget Center (IBC) menyatakan kenaikan anggaran hibah sebanyak 215% menjelang Pemilihan Umum Daerah (Pilkada) DKI Jakarta berlangsung diduga berkaitan dengan pemenangan Fauzi Bowo sebagai Gubernur.Roy
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  18:57 WIB

JAKARTA: Lembaga swadaya masyaarakat Indonesian Budget Center (IBC) menyatakan kenaikan anggaran hibah sebanyak 215% menjelang Pemilihan Umum Daerah (Pilkada) DKI Jakarta berlangsung diduga berkaitan dengan pemenangan Fauzi Bowo sebagai Gubernur.Roy Salam, peneliti IBC, mengungkapkan jika membandingkan  kenaikan anggaran hibah pada 2008-2010 dengan 2010-2012 maka terlihat perbedaan yang signifikan.Anggaran hibah pada 2008-2010 hanya Rp434 miliar, namun pada 2010-2012 naik 215% mencapai Rp1,37 triliun.“Kenaikan anggaran hibah menjelang pilkada  DKI terkait upaya  pemenangan calon gubernur incumbent, Fauzi Bowo, karena pengaturan atas penggunaan dana ini yang tahu penilaiannya hanya kepala daerah,” ujarnya pada konferensi pers hari ini.Roy menjelaskan pengaturan dana hibah hanya melekat ke laporan pernyataan kepala  daerah. Artinya pertanggungjawaban penggunaan dana hibah cenerung tidak terkontrol dan tidak ada pertanggungjawabannya."Penentuannya (APBD) memang cenderung subyektif dan mudah dipolitisasi oleh incumbent untuk pemenangannya," imbuhnya.Dia mengatakan mekanisme, rincian, dan aturan terkait pengeluaran dana hibah itu pun tidak transparan. Apabila pihak DPD dikonfirmasi mengenai dana hibah maka seolah menghindar  dan tdak mau memberikan keterangan rinci.Menurut Roy, ketidaktransparanan ini membuat pengawasan menjadi sulit untuk menentukan apakah dana hibah Rp 1,37 triliun diberikan ke masyarakat  yang berhak. Bisa jadi dana tersebut masuk untuk Biaya Pilkada karena tidak adanya pengawasan.Dia menambahkan fenomena kenaikan anggaran bantuan, baik sosial atau hibah, secara besar-besaran sering terjadi jelang pilkada. Misal, IBC menemukan kejanggalan penggunaan anggaran hibah di Pilkada Banten 2011 lalu dan tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi di Jakarta."Investigasi kawan- kawan (terhadap Pilkada Banten) ditemukannya  adanya kejanggalan atas penggunaan dana hibah tersebut . Bisa saja hal yang sama nanti terjadi di Jakarta," kata Roy.(api)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top