TRANSPORTASI: Dengan Rp9.000 Warga DKI Nikmati Monorel Mulai 2015

JAKARTA: Warga Jakarta akan menikmati moda transportasi monorel pada 2015 dengan tiket yang memadai, yaitu Rp 9.000.
TRANSPORTASI: Dengan Rp9.000 Warga DKI Nikmati Monorel Mulai 2015 Aang Ananda Suherman | 11 Desember 2012 17:24 WIB

JAKARTA: Warga Jakarta akan menikmati moda transportasi monorel pada 2015 dengan tiket yang memadai, yaitu Rp 9.000.

Berdasarkan hasil pemaparan PT Jakarta  Monorail (JM)  pada Jumat (7/12) Balai Kota, ujar juru bicaranya Bovananto,  PT JM mengajukan tarif  Rp9.000.

Rute Jakarta Monorail sepanjang 30 km  terdiri dari Jalur Hijau 14,5 Km (Kuningan, Dukuh Atas, Pejompongan, Senayan, Gatot Subroto, SCBD,  dan Jalur Biru 15,5 Km  (Kampung Melayu, Tebet, Casablanca, Tanah Abang, Mall Taman Anggrek).

“Tiket ini ditentukan melalui kajian yang mempertimbangkan kemampuan masyarakat Jakarta. Bagaimana pun sebelum semua sistem jaringan transportasi massal Jabodetabek ini optimal, masyarakat masih mengeluarkan biaya untuk moda lanjutannya semacam feeder atau transfer moda,” kata Bovananto dalam siaran pers, Selasa (11/12/2012).Dia menjelaskan PT Jakarta Monorail terdiri dari 90% investor baru dan 10% pemilik lama. Investor baru yang  mendukung adalah dari perusahaan swasta nasional.  Seluruh pembiayaan akan ditanggung 30% dari modal konsorsium dan 70% dari perbankan.

”PT Adhi Karya juga bagian dari konsorsium lama PT Jakarta Monorail, ”  imbuh Bovananto.Dia mengungkapkan total investasi Rp 6,9 triliun terdiri dari modal konsorsium Rp2,3 triliun, dan pinjaman Rp 4,6 triliun. Seluruhnya dibiayai oleh swasta tanpa APBN atau APBD. “Kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat DKI,” katanya.

Target penyelesaian proyek untuk Jalur Hijau pada akhir 2015 dan Jalur Biru  Oktober 2016.

Bovananto mengungkapkan soal rute terjadi perbedaan usulan PT JM dan PT Adhi Karya. PT JM mengusulkan meneruskan proyek yang telah berjalan sesuai dengan kajian yang sudah dibuat dan disetujui, dan telah ada dalam konsesi sebelumnya.  PT Adhi Karya mengusulkan trase yang baru.

Dia membantah tudingan bahwa konsorsium PT JM sejak dahulu tidak mampu menyelesaikan proyek monorail.

"Itu tidak benar. Kesiapan finance kita pada saat itu sangat siap dengan dukungan dari Dubai Islamic Bank dan juga beberapa perbankan nasional," ungkapnya.

Hanya saat, sambungnya, pergantian kepemimpinan DKI pada 2007 ada keinginan Pemprov untuk meredefinisi  proyek. Hal itu tentunya mempengaruhi berbagai skema investasi. Redefinisi itu antara lain dihilangkannya trase Blue Line, juga adanya wacana Pemprov DKI untuk menjadikan rute tersebut bus layang di jalur monorel.

“Kami sangat senang dengan tawaran Gubernur DKI untuk bersatu dengan Adhi Karya. Kami terbuka dengan siapa pun untuk Jakarta Baru," tegasnya. (bas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top