JOKOWI: Satpol PP jangan nongkrong di kantor

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo minta jajaran Satpol PP tidak banyak menghabiskan waktunya alias nongkrong di kantor tetapi lebih sering berada di lapangan.
Basilius Triharyanto
Basilius Triharyanto - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  07:04 WIB

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo minta jajaran Satpol PP tidak banyak menghabiskan waktunya alias nongkrong di kantor tetapi lebih sering berada di lapangan.

 
Terlebih banyak tempat keramaian ataupun titik rawan kriminal di Jakarta yang lebih membutuhkan keberadaan Satpol PP," ujar nya saat kunjungan ke Kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat .
 
Satpol PP, kata Jokowi, sudah seharusnya berada di lapangan seperti pasar, terminal dan titik rawan kriminalitas. 
 
Dengan begitu, diharapkan dapat meminimalisir aksi corat-coret maupun tindakan kriminal., tulis situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Senin (17/11/2012)
 
"Saat ini saya masih beri waktu untuk diperbaiki. Sebab, saya juga tahu setiap unit anggarannya cukup besar. Tapi, kalau instruksi tersebut tidak dihiraukan juga, siap-siap saja pejabat tersebut tersingkir," ujar Jokowi.
 
Problem sebuah kota, menurutnya, ada di lapangan. Hal ini juga berlaku bagi pejabat di SKPD lainnya dan malas turun ke lapangan. 
 
"Intinya, saya tidak mau ketika saya berkunjung keliling kampung paling banyak tiga kali dapat laporan dari warga kalau lurah, camat serta SKPD lainnya ternyata tidak pernah mengunjungi wilayahnya maka akan sangat berbahaya bagi pejabat  bersangkutan.”
 
Jokowi juga minta jajaran Pemkot Jakbar terus memperhatikan masyarakat bawah agar merasa lebih aman dan bersahabat dengan pemerintah.
 
Walikota juga harus bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
 
"Harus beri penjelasan kepada masyarakat secara tepat sehingga masyarakat tahu," tegas Jokowi seperti dikutip Bisnis.com, Senin (17/12/2012)
 
Untuk KJS dan KJP, lanjutnya, harus diberitahukan bahwa Kartu itu akan diberikan diprioritaskan pada yang sakit dan anak-anak yang kesulitan sekolah  saat ini.  (ra)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top