Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JOKOWI: Penggabungan 2 Konsorsium monorel Kandas

JAKARTA— Peluang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggabungkan dua konsorsium untuk membangun monorel telah kandas.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  22:07 WIB

JAKARTA— Peluang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggabungkan dua konsorsium untuk membangun monorel telah kandas.

Jokowi mengungkapkan pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari PT Adhi Karya—sebagai bagian dari konsorsium BUMN—yang menyatakan penolakan adanya penggabungan konsorsium bersama pihak PT Jakarta Monorail.

“Saya baru terima suratnya tadi pagi. Intinya Adhi Karya tidak mau bergabung. Kalau tetap diminta untuk bergabung, beliau mengundurkan diri,” tuturnya di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/12/2012).

Sebelumnya, Jokowi mengharapkan adanya penggabungan dua konsorsium tersebut dengan harapan semakin besar konsorsium, memperbesar pendanaan, dan pembangunan semakin cepat selesai.

Meskipun begitu, dia tetap memastikan dukungannya terhadap kelanjutan pembangunan monorel. “Intinya saya memberikan lampu hijau kepada monorel untuk terus berjalan. Bukan berarti pembangunannya oleh PT Jakarta Monorail, tapi monorelnya,” tegas Jokowi.

Karena adanya penolakan tersebut, jelasnya, konsorsium BUMN bisa mengajukan pembangunan monorel secara mandiri. Artinya, ada proses pengajuan proposal, presentasi dengan penjelasan jalur juga harga tiketnya.

Sementara itu, Jokowi memberikan kesempatan lebih luas kepada PT JM untuk melakukan kajian lebih lanjut dengan menyertakan kajian hukumnya. Seperti diketahui, sejak 2007, pembangunan monorel oleh PT JM ini mangkrak terkendala masalah pembiayaan.

Jika kajian hukumnya sudah jelas, sambungnya, dirinya siap memastikan kelanjutan pembangunan monorel tersebut. Selain memberikan kajian hukum, Jokowi juga meminta adanya kajian detil yang menyangkut tentang rute.

“Kajian tersebut kan sudah lama, sudah berapa tahun. Yang green line dan blue line, itu semua dikaji lagi. Kalau oke, baru [diputuskan],” tuturnya.

Juru Bicara PT JM Bovanantoo mengungkapkan adanya permintaan dari gubernur untuk berkoordinasi dengan dinas juga lembaga terkait untuk memastikan adanya perkembangan engineering atau model perencanaan terbaru. Pihaknya menjanjikan akan memproses permintaan tersebut secara cepat.

“Terutama dalam integrasi penumpang dengan moda transportasi lain, supaya dapat dilihat suatu angka yang realistis. Nantinya akan kita combine dengan program-program DKI yang baru, agar terkoneksi semuanya, dengan busway juga MRT,” ujarnya setelah bertemu Jokowi.

Dia mengungkapkan secara garis besar presentasi yang diberikan serupa dengan yang lalu, meski ada beberapa modifikasi. Salah satunya, imbuh Bovanatoo, modifikasi pada blue line. Di Kampung Melayu, tuturnya, akan ada perubahan titik singgung stasiun dan perpanjangan daerah tertentu untuk disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Tapi ovel all karena sudah ada kajian secara runut, semuanya akan disusun berdasarkan basic data yang sudah ada. Intinya akan terintegrasi,” paparnya.

Sebelumnya, Dirut PT JM Sukmawati Syukur mengungkapkan pihaknya merasa percaya diri dengan formasi baru yang diusung, sehingga pendanaan pembangunan bisa terjamin.

Dia menyebutkan formasi dalam konsorsium tersebut sudah berubah. Tanpa merinci, lebih dari 80% saham beralih kepemilikan, dan sisanya masih gabungan dari pemegang saham sebelumnya.

Adapun nilai investasi saat ini diperkirakan mencapai Rp5,9 triliun. Pada kesempatan itu, Sukma meyakini pembangunan monorel bisa dirampungkan dalam waktu tiga tahun.

Harga tarif diperhitungkan akan mencapai Rp9.000 saat beroperasi pada 2016. Pihaknya memperkirakan pada tahap awal, jumlah penumpang mencapai 250.000/hari dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Green line sepanjang 14,27 km yang akan dibangun berputar dari Komdak-Kusuma Candra-BEJ-Stadiun Utama-Plaza Senayan-TVRI-Taman Ria Senayan-Gedung MPR/DPR-Pejompongan-Karet-Sudirman-Setiabudi Utara-Kuningan Sentral-Taman-Rasuna-Casablanca-Grand Melia-Satria Mandala.

Sementara blue line dengan panjang 9,72 km dibangun memanjang dari Kampung Melayu-Tebet-Dr Sahardjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambassador-Dharmala Sakti-Menara Batavia-Karet-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Roxy. (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Fatia Qanitat

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top