Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEPULAUAN SERIBU: Warga Tidung Rindukan Truk Sampah

BISNIS.COM, JAKARTA--Masyarakat pelaku pariwisata di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, minta pengadaan sebuah truk pengangkut sampah lantaran kawasan wisata itu kotor dan terkesan jorok.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 22 April 2013  |  07:53 WIB
KEPULAUAN SERIBU: Warga Tidung Rindukan Truk Sampah

BISNIS.COM, JAKARTA--Masyarakat pelaku pariwisata di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, minta pengadaan sebuah truk pengangkut sampah lantaran kawasan wisata itu kotor dan terkesan jorok.

Ketua Bidang Lapangan Asosiasi Pariwisata Pulau Tidung Wasum mengatakan sampah di pantai-pantai Pulau Tidung sudah jadi permasalahan klasik. Masyarakat selama ini hanya mengandalkan tempat pembuangan sampah seadanya.

"Kalau ketemu Pak Jokowi, kami mau minta kendaraan pembuangan sampah. Karena sampah di pantai bukan dari sini tapi kiriman dari Jakarta," ujarnya, Minggu (21/4/2013).

Menurutnya, kendaraan sampah tersebut bisa digunakan agar pariwisata di Pulau Tidung tetap menjadi pilihan menarik bagi wisatawan.

Tak sedikit wisatawan yang mengeluhkan sampah-sampah yang mengotori pantai karena mengurangi keindahan pasir putihnya.

Dia juga berharap Jokowi mengunjungi pulau itu supaya mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat.

Jokowi dan Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama memang pernah berencana mengunjungi Pulau Tidung. Namun batal lantaran faktor cuaca.

Sampah di Pulau Tidung sudah jadi masalah bertahun-tahun yang merupakan kiriman dari sungai-sungai di Jakarta, Banten dan Lampung. Ketika musim hujan, sampah-sampah terdampar di Pulau Tidung makin banyak. (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah kepulauan seribu pulau tidung warga tidung
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top