Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5.000 Tukang Bakso Berkumpul di Senayan Minggu Pagi

Ke-5.000 tukang bakso itu diklaim mewakili seluruh anggota Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Seluruh Indonesia (APMISO) yang berjumlah 2,5 juta anggota.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 28 Desember 2013  |  16:05 WIB
5.000 Tukang Bakso Berkumpul di Senayan Minggu Pagi
Tukang bakso keliling - Ilustrasi/Metronews

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 5.000 tukang bakso akan berkumpul esok pagi (29/12/2013) di Parkir Timur Senayan, mendukung program penyerapan daging sapi beku impor BUMN.

Ke-5.000 tukang bakso itu diklaim mewakili seluruh anggota Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Seluruh Indonesia (APMISO) yang berjumlah 2,5 juta anggota.

Sejak Lebaran hingga saat ini, harga daging sapi di Tanah Air belum juga turun. Untuk menormalkan harga daging sapi itulah, Kementerian BUMN melalui Perum Bulog melakukan impor.

Tri, Ketua umum APMISO mengatakan pesta 5.000 tukang bakso dimaksudkan untuk mengedukasi seluruh pedagang mi dan bakso untuk tidak ragu menggunakan daging sapi beku. Apalagi dengan menggunakan daging sapi beku, biaya produksi bakso bisa ditekan cukup signifikan tanpa menurunkan kualitas bakso.

"Ujung-ujungnya, pedagang mi dan bakso maupun konsumen akan sama-sama untung. Pedagang tetap bisa untung tanpa menaikkan harga. Pembeli mendapat produk bermutu dengan harga normal," ujarnya.

Untuk memperkenalkan kualitas bakso dari daging sapi beku, para pedagang telah membagikan ribuan kupon untuk pengunjung yang akan makan gratis. "Kupon makan gratis ini sudah terbagi habis sejak Jumat (27/12/2013). Tanpa kupon itu, pengunjung tidak bisa mencicipi bakso dengan cuma-cuma".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor daging sapi
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top