Kemacetan DKI: Kawasan Industri Lumpuh Diterjang Banjir

Akses menuju kawasan industri di Jakarta dan sekitarnya terkena banjir akibat hujan deras pada Sabtu (22/2). Kondisi itu membuat pebisnis yang menempati kawasan industri terpaksa meliburkan karyawannya.
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Akses menuju kawasan industri di Jakarta dan sekitarnya terkena banjir akibat hujan deras pada Sabtu (22/2). Kondisi itu membuat pebisnis yang menempati kawasan industri terpaksa meliburkan karyawannya.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny meminta pemerintah tanggap dengan kerusakan infrastruktur yang menuju kawasan industri akibat banjir. Pasalnya, kerusakan infrastruktur menyebabkan pengiriman barang terhambat.

Dia menerangkan dampak hujan belakangan ini mengakibatkan truk tronton bermuatan bahan baku dan barang jadi yang hendak masuk ke kawasan industri terhalang akibat jalan berlubang.

“Tiap kali banjir, truk yang hendak bongkar muat terpaksa parkir di atas jalan tol karena pelabuhan tanjung priok tergenang air,” papar Sanny, Minggu (23/2/2014).

Dia mengatakan dampak banjir yang melanda Jabodetabek pada Januari tahun ini menyebabkan beberapa ruas jalan berlubang. Selain itu, jalan berlubang terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek yang merupakan jalur utama kendaraan ke kawasan industri di Bekasi dan Kerawang.

“Jalan berlubang dampaknya terjadi kemacetan panjang,” ujarnya.

Dia memaparkan jarak tempuh kendaraan jauh lebih lama dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya. Belum lagi terhambatnya kendaraan-kendaraan pengangkut barang antar kabupaten atau kota melalui jalur pantai utara (pantura) Jawa akibat banyaknya jalan rusak. Dengan berbagai hambatan tersebut, sambungnya, biaya transportasi dan logistik meningkat.

“Di samping itu target produksi juga tidak tercapai,” papar Sanny yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Apindo Nasional.

Pihaknya mengatakan banjir tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Ditambah prediksi hujan akan terus mengguyur Jabodetabek sampai akhir Februari ini. Kerugian lebih banyak diderita oleh pelaku industri.

“Kalau tahun lalu kerugiannya mencapai ratusan miliar, tahun ini bisa mencapai lebih dari triliunan. Intensitas hujannya lebih lama tahun ini,” papar Sanny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Muhammad Khamdi
Editor : Sepudin Zuhri

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper