Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kali ini Monorel Diadang Permasalahan Ketersediaan Lahan

Realisasi pengembangan sarana transportasi massal, monorel, tampaknya semakin jauh dari harapan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 19 April 2014  |  19:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi pengembangan sarana transportasi massal, monorel, tampaknya semakin jauh dari harapan.

Alih-alih segera merampungkan pembahasan perjanjian kerjasama (PKS) antara PT Jakarta Monorail dengan Pemprov DKI Jakarta yang tak kunjung rampung, masalah baru terkait ketersediaan lahan pembangunan depo monorel di jalur hijau (green line) kini mengadang

Wiriyatmoko, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, mengatakan ketersediaan lahan menjadi masalah sebab saat ini di sekitar jalur hijau tidak dimungkinkan untuk pembangunan depo.

“Untuk jalur biru sudah tidak masalah. Tinggal di jalur hijau karena harus ada lahan seluas 8 hektare untuk dibangun depo,” katanya, seperti dikutip dari lama resmi Pemprov DKI, Sabtu (19/4/2014).

Menurutnya, di jalur hijau sudah tidak ada lahan seluas 8 ha untuk pengembangan depo. Dengan begitu, lanjutnya, pembangunan tersebut harus ditarik ke arah timur atau selatan.

“Nah itu juga yang masih dibahas," ungkapnya.

Dalam rencana, rute jalur hijau yang akan dibangun yaitu Komdak - Senopati - SCBD - Asia Afrika - Stadion Madya - Palmerah - Pejompongan - Karet - Sudirman - Setiabudi Utara - Kuningan Sentral - Taman Rasuna - Casablanca - Grand Melia - Gatot Subroto - Satria Mandala.

Sementara untuk jalur biru, tambah Moko, stasiun yang akan dibangun yakni di Kampung Melayu - Tebet - Dr Sahardjo - Menteng Dalam - Casablanca - Ambassador - Sudirman WTC - Menara Batavia - Karet - Kebon Kacang - Tanah Abang - Cideng - Caringin - Tomang - Taman Anggrek - Citraland.

Adapun, Wiriyatmoko menuturkan pembahasan PKS masih terus berjalan dengan salah satu poin yang belum disepekati, yakni mengenai properti yang akan dibangun.

Selain itu, tambahnya, juga belum ada kesepakatan harga untuk pembayaran tiang moronel—menjadi salah satu syarat untuk bisa melanjutkan pembangunan monorel—dari PT JM ke PT Adhi Karya.  “Keduanya masih beda pendapat soal pembayaran tiang,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek monorel
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top