Pembangunan 6 Ruas Jalan Tol Dinilai Penting bagi Jakarta

Pembangunan enam ruas tol dalam kota dinilai penting bagi Ibu Kota kendati mendapat penolakan dari berbagai pihak.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Oktober 2014 20:10 WIB
/Bisnis
Bisnis.com, JAKARTA -- Pembangunan enam ruas tol dalam kota dinilai penting bagi Ibu Kota kendati mendapat penolakan dari berbagai pihak.
 
Direktur Utama PT Jakarta Tollroad Development (JTD) Frans Sunitomengatakan Jakarta memerlukan pembangunan infrastruktur untuk semua jenis kendaraan.
 
"Semua harus dibangun di Jakarta, apakah itu berbasis rel atau jalan," ucapnya di Balai Kota, Kamis (2/10/2014).
 
Untuk pembangunan jalan di wilayah Ibu Kota, Mantan Direktur Utama Jasa Marga ini menjelaskan saat ini harus dibangun secara melayang.
 
Hal ini disebabkan pembebasan lahan sangat sulit dilakukan karena harga tanah di Jakarta sudah sangat mahal.
 
Selain itu, tanah yang masih tersisa di Jakarta lebih baik digunakan untuk memperluas ruang terbuka hijau.
 
Saat ini RTH di Ibu Kota baru mencapai 10% dari total luas Jakarta atau seluas 2.718,33 hektar.
 
"Sebaiknya tanah yang masih ada dipertahankan untuk RTH yang masih sangat kurang di Jakarta," lanjut Frans.
 
Sementara itu, Direktur Departemen Konsultan Teknik salah satu perusahaan gabungan BUMN dan BUMD yang berasal dari Negeri Sakura Jepang Metropolitan Expressway Company Limited Mitsunobu Ogihara menjelaskan pembangunan jalan bebas hambatan layang di Jepang masih terus dilakukan kendati sistem transportasi berbasis rel sudah bagus.
 
Perkembangan jaringan rel kereta api di Tokyo pada tahun 1950 sepanjang 1.232 km, tahun 1960 sepanjang 1.305 km, tahun 1980 sepanjang 1.896 km, tahun 2000 sepanjang 2.294 km, dan tahun 2010 mencapai 2.391 km.
 
Saat ini, jaringan kereta komuter Tokyo, termasuk Mass Rapid Trans (MRT) dan subway, dapat mengangkut 8 juta orang per hari.
 
Ogihara menerangkan, jalan bebas hambatan merupakan pendorong kegiatan ekonomi suatu negara.
 
"Oleh karena itu, Jepang tidak akan berhenti membangun jalan tol karena tidak ingin pertumbuhan ekonominya berhenti," katanya.
 
Di Jepang, jalan tol dibuat melayang dengan ketinggian 15 meter dengan dilengkapi peredam bising. Selain menggunakan ruang udara untuk membangun jalan, tol melayang dapat mengurangi gas emisi yang dibuang ke tanah.
 
Selain itu, pembangunan sistem transportasi massal berbasis rel selalu dilakukan sejalan dengan pembangunan jalan arteri dan jalan layang di tengah kota.

 

 

 

Tag : tol dalam kota, proyek tol
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top