Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penumpang KRL Terus Melonjak, KAI Segera Tambah Gerbong & Peron

PT KAI menargetkan akan mengangkut 1,2 juta penumpang di Jabodetabek. Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan masyarakat kini sudah mulai beralih ke commuter line atau kereta rel listrik sehingga diperlukan penambahan jumlah gerbong dan peron.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  11:57 WIB
Penumpang KRL Terus Melonjak, KAI Segera Tambah Gerbong & Peron
Ilustrasi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT KAI menargetkan akan mengangkut 1,2 juta penumpang di Jabodetabek.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan masyarakat kini sudah mulai beralih ke commuter line atau kereta rel listrik sehingga diperlukan penambahan jumlah gerbong dan peron.

"Sekarang ini jumlah penumpang Jabodetabek sudah mencapai 700.000 orang. Masyarakat sudah mulai beralih ke commuter line," ucapnya usai menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Selasa (2/12/2014).

Menurut Edi, pertemuan perdananya dengan Basuki usai dilantik menggantikan Ignatius Jonan ini membahas mengenai penataan stasiun yang berada di Ibu Kota. Beberapa stasiun akan menjadi fokus utama pembenahan yakni Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Gambir.

"Ini melanjutkan apa yang sudah dijalankan oleh Pak Menhub waktu masih jadi Dirut KAI," tuturnya.

Selain itu, masalah persilangan sebidang juga turut menjadi agenda pembicaraan. Persilangan sebidang jalur kereta api dengan jalan umum kerap menimbulkan terjadinya kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan bermotor.

"Banyak sekali persilangan sebidang yang memungkinkan terjadinya kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan," imbuh Eko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top