Ahok dan Foke Suka Marah-marah, Tapi Ini Bedanya

Ahok dan Foke Suka Marah-marah, Tapi Ini Bedanya
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 02 Januari 2015  |  16:44 WIB
Ahok dan Foke Suka Marah-marah, Tapi Ini Bedanya
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menilai Fauzi Bowo alias Foke bersikap terlalu baik kepada pegawai negeri sipil (PNS) saat masih menjadi gubernur.

Berbeda dengan Fauzi Bowo, Ahok mengaku memilih “tidak baik” dengan melakukan perombakan pegawai demi mewujudkan visi-misi Jakarta Baru. “Beliau terlalu baik hati, tidak berani melakukan perombakan seperti hari ini,” ujarnya saat memberikan pengarahan di Silang Selatan Monas, Jumat (2/1/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menganggap kebaikan hati Foke justru membuat warga DKI Jakarta tak memilihnya saat Pilkada DKI Jakarta 2012. Hal ini karena birokrasi kusut di DKI tak diurai sehingga tak bisa mendukung program-program yang akhirnya tak tercapai. Meskipun dari sisi gaya kepemimpinan, Foke, kata Ahok, kerap memarahi PNS.

“Padahal beliau juga marah-marah terus. Kenapa dihukum warga DKI dan tidak terpilih? Karena PNS-nya pejabat eselon II, III, dan IV, tidak mendukung dia kerja dengan baik,” katanya.

Oleh karena itu, daripada mengalami hal sama, Ahok memilih untuk dianggap tidak baik dengan melakukan perombakan agar semua program tercapai. “Saya memilih tidak baik hati, asal Jakarta baru terwujud, ini semua bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Dia pun berharap agar kinerja bisa dipacu dengan cara seperti ini. Mengingat sisa masa jabatan tinggal tiga tahun. Dia pun berpesan agar pegawai yang harus distafkan tidak merasa tertolak. Hal ini karena, masyarakat Ibu Kota meminta pelayanan terbaik dari PNS-nya.

“Sekali lagi saya berharap, kita bisa mulai bekerja dengan sangat cepat dan keras di bawah tiga tahun. Orang Jakarta sudah sangat tidak sabar menanti untuk yang kita lakukan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melantik 4.676 posisi dan masih mengosongkan 1.835 posisi. Dari struktur awalnya 8.011 posisi struktural menjadi 6.511.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ahok

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top