Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUPS-LB PT Food Station Tjipinang Jaya Ditunda

Hari ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Food Station Tjipinang Jaya ditunda dengan agenda membahas perubahan anggaran dasar, menetapkan hasil appraisal nilai saham, dan masuknya Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp47,5 miliar.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  14:41 WIB
 Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, Jakarta- Hari ini pemerintah provinsi DKI Jakarta mengikuti rapat umum pemegang saham luar biasa PT Food Station Tjipinang Jaya ditunda dengan agenda membahas perubahan anggaran dasar, menetapkan hasil apraisal nilai saham, dan masuknya penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp47,5 miliar.

Rapat yang berlangsung di Gedung PT FSTJ ini berlangsung alot. Suara pria yang akrab disapa Ahok ini terdengar lantang. Setelah rapat selesai, dia mengatakan terdapat keganjilan pada kepemilikan saham dimana Mantan Dirut PT FSTJ bernama Syamsul yang memiliki 12 lembar saham. Dia akan meminta tim audit independen untuk mengusut kepemilikan tersebut.

"Bekas direksi, Dirut Pak Syamsul punya 12 lembar saham. Kemudian dia jual 8, terus dia jual lagi ke orang. Saya minta audit dari independen, melaporkan kepada Kabareskrim dan jaksa bagaimana seorang mantan dirut bisa mempunyai saham di Food Station segitu banyak," ujarnya, Jumat (23/1/2015).

Menurutnya, terdapat hal janggal karena pihaknya ingin membeli saham tersebut, namun ternyata tidak bisa dibeli dengan harga apraisal yang bernilai lebih dari Rp1 miliar. Langkah selanjutnya yang dilakukan Ahok adalah mengusutnya.

"Kita sudah menawarkan kepada pemegang saham. Semangat Pak Ali Sadikin, kita tahu Food Station butuh modal supaya bisa bangun gedung lebih banyak," katanya.

RUPS-LB akan dilanjutkan selambat-lambatnya 14 hari terhitung setelah 23 Januari 2015 dengan Agenda Perubahan Modal Disetor.

 
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top