Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Seperti Singapore Zoo, Kebun Binatang Ragunan Bakal Dirombak

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengubah Taman Margasatwa Ragunan mengikuti standar internasional.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  20:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengubah Taman Margasatwa Ragunan mengikuti standar internasional.

Kepala Badan Layanan Umum Daerah Taman Margasatwa Ragunan DKI Marsawitri Gumay mengatakan pihaknya sedang merancang master plan pembangunannya. Lebih lanjut, pihaknya melibatkan konsultan untuk mendesain Taman Margasatwa Ragunan kelak.

"Tahun ini masterplan dulu. Nanti udah ada yang bantu kami. Ada konsultan kami," ujarnya di Balai Kota, Jumat (30/1/2015).

Menurutnya, pembenahan ini akan berlangsung selama tiga hingga empat tahun. Pembenahan, kata Wiwit, akan menyentuh semua titik. Sebagai contoh, dia menyebut area parkir, kesejahteraan satwa dan kenyamanan pengunjung seperti Singapore Zoo.

"Semuanya. Sekarang mau dirapiin. Parkir, kesejahteraan satwa, untuk kenyamanan pengunjung," katanya.

Konsep pembenahannya, sambungnya, untuk mendekatkan binatang dengan para pengunjung. Dia menilai di luar negeri, binatang dan pengunjung kebun binatang sudah seperti keluarga. Caranya, dengan menyediakan tempat bermain yang luas. Dia menganggap sudah waktunya Ragunan diperindah di usianya yang menginjak angka 150.

"Sebenernya Ragunan sudah menuju seperti itu cum sekarang perbaiki. Kan sekarang sudah 150 tahun," tambah Wiwit.

Mulai tahun ini, BLUD Taman Margasatwa Ragunan mendapat kucuran anggaran. Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta 2015 dialokasikan Rp209 miliar untuk operasional termasuk, biaya perawatan hewan.

"Dulu hanya operasional. Enggak kayak sekarang. Rp209 miliar tahun ini," ucapnya.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan TM Ragunan diproyeksikan menjadi kebun binatang di negara lain. "Masuk kelas dunia lah, kayak kebun binatang dunia," katanya.

Terkait master plain, Ahok, sapaan akrab Basuki menganggap pihaknya tak akan melakukan lelang. Pasalnya, tak ada pilihan yang dapat dipilih saat menempuh jalur lelang. Sebagai contoh, dia menyebut satu master plan bisa dikenai biaya tinggi tapi tak menjamin master plan yang dibuat sesuai atau tidak.

"Kalau master plan ditender Rp3 miliar, kalau yang menangnya abal-abal, kamu cuma dapat satu gambar doang dan kamu buang enggak bisa pakai," tuturnya.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebun binatang ragunan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top