Tender Konstruksi Tol Akses Tanjung Priok Tunggu Izin Menkeu

Lelang konstruksi untuk pekerjaan sebelas pilar pada paket North South Link (NS Link) tol akses Tanjung Priok belum dapat dilakukan, karena masih menunggu kepastian izin multiyears contract dari Kementerian Keuangan.nn
Emanuel B. Caesario | 09 April 2015 00:02 WIB
Tol Tanjung Priok - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— Lelang konstruksi untuk pekerjaan sebelas pilar pada paket North South Link (NS Link) tol akses Tanjung Priok belum dapat dilakukan, karena masih menunggu kepastian izin multiyears contract dari Kementerian Keuangan.

Pemerintah memutuskan untuk memisahkan pengerjaan sebelas pilar tersebut dari seluruh proyek tol akses Tanjung Priok yang didanai melalui pinjaman JICA. Konstruksi sebelas pilar tersebut tertunda karena masalah pembebasan lahan.

Kasatker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan tol akses Tanjung Priok Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Bambang Nurhadi mengatakan proyek tersebut akan dilelang ulang sebagai paket khusus dan pendanaannya pun akan mengandalkan rupiah murni.

Menurutnya, Ditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera telah memastikan ketersediaan anggaran untuk pendanaan proyek tersebut tahun ini. Namun, karena kebutuhan anggarannya cukup besar dan proses kontruksi pun diyakini akan butuh waktu yang lama, proyek ini dikontrak secara multiyears.

“Semua dokumen sudah kami lengkapi tetapi belum dapat dilelang karena masih menunggu izin kontrak multiyears dari menteri keuangan,” katanya saat dihubungi, Rabu (8/4/2015).

Rp130 Miliar

Bambang mengatakan kebutuhan anggaran untuk konstruksi sebelas pilar tersebut mencapai Rp130 miliar. Untuk tahun ini, Ditjen Bina Marga telah mengalokasikan anggaran Rp40 miliar untuk tahap awal pekerjaan.

“Itu untuk uang muka dulu sehingga progres tahun ini akan kecil. Tahun depan akan kita danai Rp90 miliar untuk mencapai target,” katanya.

Bambang menargetkan seluruh proses konstruksi tol akses Tanjung Priok dapat selesai pada kuartal ketiga 2016 bersamaan dengan selesainya pengerjaan sebelas pilar tersebut. Pasalnya, progres seluruh konstruksi saat ini sudah hampir mencapai 80%. Di samping itu, progres pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala pembanguann tol ini sudah mendekati 100%.

“Sisa lahan yang masih proses konsinyasi hanya sekitar 2.400 m2, sudah tidak begitu mengganggu,” katanya.

JICA

Proyek tol akses Tanjung Priok didanai melalui pinjaman JICA dengan total investasi Rp4,5 triliun dan anggaran konstruksi Rp3,5 triliun. Proyek tersebut semula diagendakan rampung akhir tahun 2015, namun dipastikan tidak tercapai karena tertundanya konstruksi sebelas pilar NS Link.

Paket NS Link ada satu di antara 5 paket yang menjadi proyek jalan tol akses Tanjung Priok. Paket ini terbentang dari Yos Sudarso hingga Simpang Jampea  (2,24 km) dengan nilai kontrak Rp489 miliar.

Empat paket yang lain adalah seksi E1 Rorotan-Cilincing (3,4 km) dikerjakan oleh SMCC-Hutama Karya JO dengan nilai kontrak Rp662.5 miliar; Paket E-2 Cilincing-Jampea (2,74 km) dikerjakan oleh Kajima-Waskita Karya JO, nilai kontrak Rp1.04 triliun; Paket E-2A Cilincing-Simpang Jampea (1,92 km) dikerjakan Obayashi-Jaya Konstruksi JO, nilai kontrak Rp1.06 triliun; Terakhir, NS Direct Ramp (1,1 km) dikerjakan Tobishima-Wijaya JO, dengan nilai kontrak Rp255 miliar.

Tag : proyek tol, tol akses tanjung priok
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top