Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beras Sintetis: Penjualan Beras di Depok Tak Terpengaruh Isu Beras Plastik

Maraknya pemberitaan terkait peredaran beras plastik tidak berpengaruh pada penjualan beras di sejumlah pasar di Kota Depok.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 26 Mei 2015  |  15:03 WIB
Beras Sintetis: Penjualan Beras di Depok Tak Terpengaruh Isu Beras Plastik
Ilustrasi: Petugas melakukan pengujian sederhana pada sampel beras dengan teknik pemanasan, di salah satu grosir beras di Kota Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (22/5). - Antara

Bisnis.com, DEPOK- Maraknya pemberitaan terkait peredaran beras plastik tidak berpengaruh pada penjualan beras di sejumlah pasar di Kota Depok.

Agus Wijaya, pedagang beras di Pasar Depok Jaya menuturkan rerata penjualan setiap harinya mencapai sekitar 1 ton untuk berbagai jenis.

"Ngaruh sih enggak, paling pembeli jadi banyak yang bertanya berasnya aman apa enggak," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (26/5/2015).

Sani, 50, pemilik toko beras Bu Sani di pasar yang sama mengatakan penjualan berasnya setiap hari mencapai sekitar 5 kwintal. Isu beras plastik, kata dia, tidak berpengaruh pada penjualan.

Beras yang dijual Agus Wijaya dan Sani berkisar Rp7.500-Rp8.000 per liter. Menurut Agus, beras yang dijualnya dipasok dari Pasar Kemiri Muka Kota Depok.

"Kami pilih terlebih dahulu beras yang kami beli. Kalau sudah aman, baru dijual," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (25/5), warga Depok digegerkan pengakuan Naiman, 55, yang keracunan akibat dugaan mengkonsumsi beras beroplosan plastik.

Atas temuan tersebut, hari ini, Selasa (26/5) Polresta Depok, Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan operasi dugaan beras plastik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top