Lokalisasi Kosambi Ditutup, Masjid Raya Dibangun

Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan penggusuran lokalisasi Dadap, Kosambi, akan selesai pada 2016.
Pengunjung mengabadikan kubah Masjid Raya Al-Azhom, Tangerang, Senin (22/6/2015)./Antara-Rivan Awal Lingga
Pengunjung mengabadikan kubah Masjid Raya Al-Azhom, Tangerang, Senin (22/6/2015)./Antara-Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, TANGERANG-- Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan penggusuran lokalisasi Dadap, Kosambi, akan selesai pada 2016.

Sebagai gantinya, di bekas lokalisasi tersebut akan dibangun masjid raya dan Islamic Center.

”Salah satu pertimbangannya untuk mengubah mental masyarakat dan image daerah tersebut,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Selasa (24/11/2015).

Alasan lain, kata Zaki, masjid raya dan Islamic Center tersebut dibangun untuk kebutuhan utama sarana keagamaan masyarakat. Masjid akan dibangun pada 2017. Dua bangunan ini nantinya dilengkapi dengan fasilitas penunjang jalan dan jembatan.

Menurut Zaki, di sekitar lokasi tersebut juga akan disulap menjadi pusat kuliner makanan laut (seafood). Sekitar tahun 1970-an, kawasan Dadap lebih dulu dikenal dengan banyaknya restoran yang menjual olahan ikan dan tangkapan laut lainnya.

"Dulu, kalau mau makan seafood yang enak, ya, di Dadap," ujarnya.

"Fungsi dan peruntukannya akan dikembalikan seperti semula." 

Namun, julukan sebagai tempat makanan laut itu lama-lama menghilang seiring munculnya prostitusi di wilayah itu. Banyak pengelola restoran yang hengkang dari sana, karena tempat pelacuran memengaruhi bisnis mereka. Kalaupun ada, hanya satu-dua restoran yang masih bertahan.

Megaproyek Pantura

Zaki mengatakan, penutupan lokalisasi Dadap merupakan bagian dari rencana besar pemerintah daerah dalam menata pesisir utara Tangerang.

Penataan sepanjang pesisir pantai utara Tangerang dari Dadap hingga Kronjo adalah bagian dari megaproyek pembangunan Kota Baru Pantura dengan cara mereklamasi 9.000 hektare laut. 

Kawasan seluas 8 hektare yang berada di Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, itu ditinggali lebih dari seribu penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan dan buruh kasar. Di tengah permukiman nelayan itulah prostitusi Dadap beroperasi.

Terkait dengan nasib ribuan nelayan yang menempati perkampungan nelayan, Zaki belum memastikan apakah mereka akan mendapat ganti rugi relokasi atau tidak.

“Semua bergantung pada pengembang yang akan membangun,” tuturnya.

Zaki, di lokasi itu banyak pendatang ilegal dan bukan warga Kabupaten Tangerang.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan PT Angkasa Pura II mendukung program Pemerintah Kabupaten Tangerang yang akan melakukan penataan kawasan Dadap tersebut.

Menurut Agus, sebagian lahan di wilayah itu milik PT Angkasa Pura II.

“Soal Islamic Center dan pelebaran jalan kami mendukung,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Tempo.co
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper