Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sengketa Tanah di Kebon Sirih, Ahok Tak Mau Ikut Campur

Gubernur DKI Jakarta basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak bisa ikut campur masalah sengketa tanah keluarga di taman Kebon Sirih. Pasalnya Masalah ini merupakan persangingan hukum antar orang.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 Januari 2016  |  12:20 WIB
Sengketa Tanah di Kebon Sirih, Ahok Tak Mau Ikut Campur
Gubernur DKI Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama - Bisnis/Gloria F.K Lawi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak bisa ikut campur masalah sengketa tanah keluarga di taman Kebon Sirih. Pasalnya, masalah ini merupakan persaingan hukum antarorang.

"Saya sudah minta Wali Kota untuk cek dan memediasi, karena kalau kita baca berita memang incratht [keputusan tetap], sebenarnya ini nggak bisa ikut campur," jelas Ahok, Selasa (12/1/2016).

Pemillik rumah mengaku bahwa mereka sudah menempati tempat itu sejak 1946 dari kakeknya secara turun temurun. Pihak Asuransi sudah berulang kali meminta keluarga tersebut untuk keluar namun mereta tetap tidak setuju.

"Dia [yang bersengketa] minta ganti uang, tetapi enggak sesuai. Ini persoalan gugat menggugat siapa yang lebih berhak pakai lahan karena dia sudah tinggal sejak 1946 dari kakeknya," kata Ahok.

Terkait permintaan perlindungan, Ahok mengatakan tidak bisa memberikan perlindungan. Apalagi, kalau memang dia yang bersalah.

"Kami nggak bisa lindungi, kalau dia salah gimana? Sama kayak kantor Wali Kota Jakarta Barat sertifikat punya DKI trus digugat kita kalah. Sudah kalah dibongkar, dibongkar terus bayar sewa sama dia Rp40 miliar, bisa enggak kita menolak? Enggak bisa," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok sengketa tanah kebon sirih
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top