Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demo Taksi Online, Ahok: Perusahaan Tahu, Jangan Bohong

Demo Taksi Online, Ahok: Perusahaan Tahu, Jangan Bohong
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Maret 2016  |  10:59 WIB
Demo sopir taksi dan angkutan umum menolak Uber dan Grab - Antara/Yossy Widya
Demo sopir taksi dan angkutan umum menolak Uber dan Grab - Antara/Yossy Widya

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai aksi demo angkutan umum Selasa (22/3) mendapatkan izin perusahaan taksi. Untuk itu pihaknya meminta kepada perusahaan taksi menindak tegas sopir yang melakukan aksi anarkis pada demo kemarin.

"Kamu kalau kerja di taksi, keluarin mobil, tempelin stiker, kamu sebagai manager tahu nggak mobil keluar dari pool taksi? Kamu pasti tau, nggak usah bohongin saya. Jadi demo ini, direstui perusahaan taksi," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/3).

Basuki menambahkan jika sudah mendapat izin dari perusahaan, maka sopir anarkis harus ditindak. Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) juga sudah mengirim surat edaran agar sanksi tegas diberikan kepada sopir anarkis.

Jika perusahaan taksi tidak menindak, maka pihaknya yang akan memberikan sanksi tegas. Aksi anarkis membuat ketakutan masyarakat.

"Kalau kamu nggak mau tindak, saya juga akan main keras. Mau demo, demo saja terus," tegasnya.

Seperti diketahui Dishubtrans DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran kepada seluruh perusahaan taksi. Surat edaran bernomor 2269/-1.819.611 ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah berisi permintaan kepada pengusaha untuk menindak tegas pengemudi yang terlibat aksi anarkis.

Setidaknya ada 34 perusahaan taksi yang dikirim surat edaran tersebut. Diantaranya yakni PT. Presiden Taksi, PT. Buana Metropolitan, PT. Primajasa Perdanaraya, PT. Blue Bird, PT. Cendrawasih Pertiwi Jaya, PT. Morante Jaya, PT. Gamya, PT. Lintas Buana Taksi, PT. Luhur Satria Sejatikencana, dan PT. Dharma Indah Agung (Dian Taksi).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok Kontroversi Taksi Aplikasi

Sumber : Berita Jakarta

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top