Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Djarot Optimistis Banjir di Jakarta Makin Turun pada 2019

Pemprov DKI Jakarta optimistis persoalan banjir akan semakin berkurang pada 2019.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 22 Februari 2017  |  11:27 WIB
Seekor delman melintasi banjir di Kedoya, Jakarta Barat, Senin (21/2). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa ada 54 titik banjir yang tersebar di wilayah Jakarta dengan ketinggian bervariasi. ANTARA FOTO - Atika Fauziyyah
Seekor delman melintasi banjir di Kedoya, Jakarta Barat, Senin (21/2). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa ada 54 titik banjir yang tersebar di wilayah Jakarta dengan ketinggian bervariasi. ANTARA FOTO - Atika Fauziyyah

Bisnis.com, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta optimistis persoalan banjir akan semakin berkurang pada 2019.

"Kita akan lihat dua tahun ke depan seperti apa, akan semakin berkurang kalau kita konsisten normalisasi sungai," papar Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Rabu (22/2/2017).

Dia mengatakan, indikator akan berkurangnya banjir tersebut bisa terlihat seiring program yang dilaksanakan saat ini, antara lain memperbanyak embung, waduk, ruang terbuka hijau dan sumur resapan di beberapa wilayah.

Adapun beberapa wilayah yang menjadi prioritas normalisasi, yaitu Sungai Ciliwung, Sunter, Krukut, Cipinang dan lainnya.

"Tapi ingat bahwa banjir ini kan tidak sendiri, bukan disebabkan karena hujan lokal, tapi juga disebabkan hujan kiriman," paparnya.

Namun, dia menuturkan, terdapat beberapa kendala normalisasi salah satunya terkait gugatan warga seperti yang dilakukan warga Bukit Duri.

Oleh karena itu, pihaknya akan memberi pemahaman kepada warga terkait pentingnya normalisasi sungai agar pengurangan banjir lebih efektif.

"Kalau tidak dinormalisasi rumah mereka tenggelam," paparnya.

Djarot mengklaim terjadi penurunan banjir sejak dua tahun terakhir dari 400 titik menjadi 80 titik.

Menurutnya, siklus banjir 5 tahunan itu diklaim lebih baik pada tahun ini dibandingkan dengan 2012 yang dinilai lebih parah.

"Justru dengan evaluasi kita bertekad lakukan normalisasi dan pengerukan sungai dan pendalaman saluran-saluran penghubung menjadi skala prioritas," katanya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jakarta banjir
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top