PAM Jaya Tingkatkan Layanan Air Baku

PAM Jaya menargetkan peningkatan layanan air baku.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 April 2017  |  19:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Air Minum Jaya menargetkan peningkatan layanan air baku.

Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Erlan Hidayat mengatakan cakupan warga Jakarta baru mencapai 60% dari total penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta.

"Maka masih sekitar 4 juta lagi yang belum terlayani. Ini bisa karena memang belum terlayani atau jaringan belum sampai ke daerah nya," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/4).

Menurutnya, belum terlayani sebagian masyarakat Jakarta juga karena belum da jaringan tapi belum mau berlangganan air PAM karena air tanahnya masih bagus.

"Kami akan targetkan tahun ini untuk menambah jangkauan pelayanan," katanya.

Tahun ini, PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) menargetkan Sambungan baru sebanyak 8.000 sambungan rumah. Sementara, PT Aetra Air Jakarta menargetkan 18.200 sambungan rumah.

Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Mohamad Selim mengatakan tahun ini, Aetra menganggarkan Rp5 miliar untuk peningkatan pelayanan terhadap pelanggan.

"Kami targetkan pelanggan bisa menambah 18.000 pelanggan tahun ini. Hingga akhir tahun lalu jumlah pelanggan Aetra mencapai 436.000 pelanggan," ucapnya.

Hingga April 2017, jumlah pelanggan Aetra telah bertambah sebanyak 4.000 pelanggan. Penambahan pelanggan ini berada di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Pihaknya optimistis hingga akhir tahun ini pelanggan Aetra bisa bertambah 18.000 pelanggan.

"Kami juga akan menambah pasokan air bersih di area bisnis Sindang yang cakupannya 80% dan Dewa Ruci cakupannya 70%, Marunda, Cilincing, Cakung, Kalibaru," ujarnya.

Saat ini, lanjut Selim, pasokan air baku dari Jatiluhur yang bermura di Kalimalang semakin optimal dengan pembangunan dan perbaikan fasilitas yang dilakukan pemerintah pusat.

Pasokan saat ini sebesar 10.500 liter per detik, bertambah dari sebelumnya yang 9.500 liter per detik.

Dia menargetkan pihaknya akan mengurangi pencurian air atau Non-Revenue Water (NRW) sebesar 1% yang saat ini masih 42%.

"Kami targetkan volume jual menjadi 185,7 meter juta kubik dari tahun lalu yang sebanyak 176 juta meter kubik. Tahun ini kami berantas yang ilegal, menambah pasokan jaringan pipa air bersih," tutur Selim.rgetkan peningkatan layanan air baku.

Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Erlan Hidayat mengatakan cakupan warga Jakarta baru mencapai 60% dari total penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta.

"Maka masih sekitar 4 juta lagi yang belum terlayani. Ini bisa karena memang belum terlayani atau jaringan belum sampai ke daerah nya," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/4).

Menurutnya, belum terlayani sebagian masyarakat Jakarta juga karena belum da jaringan tapi belum mau berlangganan air PAM karena air tanahnya masih bagus.

Tahun ini, tambah Erlan, PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) menargetkan Sambungan baru sebanyak 8.000 sambungan rumah. Sementara, PT Aetra Air Jakarta menargetkan 18.200 sambungan rumah.

Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Mohamad Selim mengatakan tahun ini, Aetra menganggarkan Rp5 miliar untuk peningkatan pelayanan terhadap pelanggan.

"Kami targetkan pelanggan bisa menambah 18.000 pelanggan tahun ini. Hingga akhir tahun lalu jumlah pelanggan Aetra mencapai 436.000 pelanggan," ucapnya.

Hingga April 2017, jumlah pelanggan Aetra telah bertambah sebanyak 4.000 pelanggan. Penambahan pelanggan ini berada di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Pihaknya optimistis hingga akhir tahun ini pelanggan Aetra bisa bertambah 18.000 pelanggan.

"Kami juga akan menambah pasokan air bersih di area bisnis Sindang yang cakupannya 80% dan Dewa Ruci cakupannya 70%, Marunda, Cilincing, Cakung, Kalibaru," katanya.

Saat ini, lanjut Selim, pasokan air baku dari Jatiluhur yang bermura di Kalimalang semakin optimal dengan pembangunan dan perbaikan fasilitas yang dilakukan pemerintah pusat.

Pasokan saat ini sebesar 10.500 liter per detik, bertambah dari sebelumnya yang 9.500 liter per detik.

Dia menargetkan pihaknya akan mengurangi pencurian air atau Non-Revenue Water (NRW) sebesar 1% yang saat ini masih 42%.

"Kami targetkan volume jual menjadi 185,7 meter juta kubik dari tahun lalu yang sebanyak 176 juta meter kubik. Tahun ini kami berantas yang ilegal, menambah pasokan jaringan pipa air bersih," tutur Selim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air baku, pam jaya

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top