Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AHOK: Bangunan Liar di Pasar Ikan Tetap Kami Bongkar

Bangunan liar di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang muncul kembali akan dibongkar Pemprov DKI Jakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2017  |  11:33 WIB
Ilustrasi: Warga mengangkut sisa barang di salah satu bangunan yang telah dibongkar di kawasan Kampung Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Selasa (12/4/2016). - Antara
Ilustrasi: Warga mengangkut sisa barang di salah satu bangunan yang telah dibongkar di kawasan Kampung Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Selasa (12/4/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bangunan liar di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang muncul kembali akan dibongkar Pemprov DKI Jakarta.

"Kami akan bongkar (bangunan liar)," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota DKI, Kamis (27/4/2017), terkait sejumlah bangunan liar yang kembali berdiri .

Ahok akan tetap membongkar bangunan liar itu sampai masa tugasnya sebagai gubernur selesai pada Oktober 2017. "Kami akan tetap bongkar sampai kami selesai," ujarnya.

Beberapa penduduk sebelumnya diberitakan telah kembali mendirikan bangunan liar di Pasar Ikan. Mereka adalah warga Pasar Ikan, Luar Batang, dan Kampung Akuarium, yang masih bertahan pasca pembongkaran 2016.

Mereka yakin Ahok tidak akan membongkar kembali bangunan itu. Penduduk yakin pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta yang unggul dalam penghitungan cepat, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, akan mensejahterakan penduduk di kawasan itu.

Pemerintah DKI merelokasi penduduk di Pasar Ikan, Kampung Akuarium, dan, Luar Batang ke rumah susun. Ahok berencana merevitalisasi dan menata ulang kawasan Pasar Ikan, Masjid Luar Batang, dan Museum Bahari.

Ahok berniat mengembalikan kios Pasar Ikan seperti zaman kolonial Belanda. Namun, pemerintah DKI Jakarta menemukan adanya Pasar Cagar Budaya Hexagonal yang dibangun PD Pasar Jaya menyalahi aturan. Sebab, terdapat 100 dari 240 kios yang menjadi rumah dan tempat tinggal.

Menurut Ahok, program revitalisasi itu hingga kini masih berjalan. Ia mengaku sedang menunggu kajian cagar budaya di kawasan itu dan tidak mau sembarangan mengerjakannya. "Ada beberapa tiang. Kami enggak mau sembarangan kerja.” 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki ahok

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top