Long Weekend, Tarif Bus Akap Naik 20%

Sejumlah perwakilan perusahaan otobus antar kota antar provinsi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan menaikkan tarif mencapai sekitar 20% pada libur panjang akhir pekan ini, Sabtu-Minggu (29-30April 2016).
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 28 April 2017  |  19:02 WIB
Long Weekend, Tarif Bus Akap Naik 20%
Sejumlah penumpang turun dari bus Akap. Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA-Sejumlah perwakilan perusahaan otobus antar kota antar provinsi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan menaikkan tarif mencapai sekitar 20% pada libur panjang akhir pekan ini, Sabtu-Minggu (29-30April 2016).

Perwakilan perusahaan otobus (PO) di terminal darurat pojok Pasar Jumat-Lebak Bulus dan bekas pombensi Pondok Pinang, memanfaatkan long weekend terkait libur nasional peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2017.

Penaikan tarif sekitar 20% dilakukan hampir semua operator bus antar kota antar provinsi (Akap) seperti PO Hariyanto trayek Jakarta-Jepara dan Jakarta-Pati menaikkan tarif bus eksekutif dari biasanya Rp210.000 menjadi Rp250.000.

Selanjutnya PO Santika untuk tarif bus kelas eksekutif dengan tujuan yang sama sebesar Rp210.000 naik menjadi Rp260.000 per penumpang dan PO Bejeu dari Rp210.000 menjadi Rp230.000 per penumpang.

Dhani Sukadar, penumpang tujuan Kudus, mengatakan sempat kaget saat mendapat penjelasan di loket terminal darurat di tikungan Pasar Jumat-Lebak Bulus, Jakarta Selatan, tarifnya naik sekitar 20%.

“Saya kaget petugas loket member tahu tarifnya naik menjadi Rp250.000 dari tarif hari biasa Rp210.000. Tapi, bagaimana lagi, karena butuh untuk pulang ke Kudus, ya terpaksa dibayar,” katanya, Jumat (28/4/2017).

Sementara itu Slamet, petugas loket PO Hariyanto di terminal darurat di tikungan Pasar Jumat-Lebak Bulus, mengatakan hampir semua perwakilan PO, termasuk yang di Pondok Pinang, menaikkan tarif mulai hari ini, Jumat (28/4/2017).

“Semua agen, termasuk yang di Pondok Pinang, menaikkan tarif karena long weekend, pada Sabtu-Senin ini, penupang lebih banyak, tetapi saat baliknya ke Jakarta bus cenderung kosong,” ujarnya.

Dia menjelaskan tarif bus kembali normal seperti hari biasa pada Senin (1 Mei 2017), tetapi terkait hari libur nasional peringatan Hari Buruh Internasional itu yang tarifnya naik adalah di daera asal penumpang.

Penaikan tarif itu , lanjutnya, karena adanya peningkatan jumlah penumpang yang mencapai sektiar 15%-20% selama menyambut libur panjang akhir pekan ini, tetapi selama hari libur nasional tersebut jumlah penumpang dari daerah cendrung kurang, sehingga bus balik ke Jakarta dalam keadaan kosong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hari buruh, bus akap, akhir pekan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top