Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malam Ini, Coba Melintas di Simpang Susun Semanggi

Jalan layang non-tol Simpang Susun Semanggi (SSS) dijadwalkan open traffic atau dibuka untuk umum malam ini, Jumat (28/7/2017).
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Juli 2017  |  11:52 WIB
Foto aerial Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Jumat (14/7). Jalan layang sepanjang 1,6 kilometer yang mengelilingi Bundaran Semanggi untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut bakal dilakukan uji coba pada 29 Juli hingga 16 Agustus 2017 sebelum diresmikan pada 17 Agustus 2017. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Foto aerial Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Jumat (14/7). Jalan layang sepanjang 1,6 kilometer yang mengelilingi Bundaran Semanggi untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut bakal dilakukan uji coba pada 29 Juli hingga 16 Agustus 2017 sebelum diresmikan pada 17 Agustus 2017. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Jalan layang non-tol Simpang Susun Semanggi (SSS) dijadwalkan open traffic atau dibuka untuk umum malam ini, Jumat (28/7/2017).

Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta, mengatakan pembukaan jalur ini dimaksudkan agar pengendara dapat menyesuaikan pola lalu lintas dengan adanya lajur baru.

"Yang kedua, ya untuk memastikan bahwa SSS sudah betul-betul aman, fasilitas tersedia, kita sambil open traffic tetep melakukan perbaikan dan penyempurnaan sana sini," ujarnya di Balai Kota.

Di samping itu, saat ini jalur SSS sudah dilengkapi dengan kelengkapan rambu lalu lintas, lampu jalan, fasilitas trotoar dan revitalisasi taman di sekitar Semanggi.

"Dengan cara seperti itu maka ketika nanti, insya Allah, diresmikan Presiden pada 17 Agustus mendatang sudah betul-betul siap. Itu tujuannya," katanya.

Menurut Djarot, Simpang Susun Semanggi bukan hanya proyek infrastruktur tetapi juga sebagai instalasi seni.

"Anda lihat desainnya, Anda lihat parka-parkanya, semuanya bernuansa Semanggi dan bernuansa Betawi," ujarnya.

Djarot mengharapkan setelah jalan layang non-tol tersebut dibuka untuk umum, masyarakat dapat menggunakannya dengan bijak.

Pesan Djarot

Djarot berpesan kepada warga pengendara agar tidak berhenti di atas jembatan untuk berfoto mengingat bahaya yang ditimbulkan dapat menyebabkan gangguan lalu lintas dan merugikan diri sendiri.

"Kalau mau foto yang bagus itu bukan dari atas, saya sudah cek ke sana, yang bagus kalau foto itu dari bawah Simpang Susun Semanggi itu karena kelihatan lighting-nya dan bentuknya," pesannya.

Sebelumnya, sertifikat laik fungsi (SLF) Simpang Susun Semanggi dan jalur Transjakarta Koridor 13 direncanakan akan dikeluarkan bersamaan. Namun, hingga kini belum ada kabar terbaru mengenai SLF Koridor 13.

Djarot mengatakan, evaluasi kelayakan Koridor 13 harus dilakukan secara khusus mengingat sejumlah fasilitas yang tersedia di sepanjang jalur merupakan objek penting yang mempengaruhi fungsi jalur.

Sedangkan jalan layang non-tol SSS merupakan jalur umum sehingga evaluasinya juga berjalan lebih cepat.

"Koridor 13 itu harus betul-betul siap. Karena kemarin baru saja uji laik fungsi. Untuk sertifikat laik fungsi dari PUPR itu masih dalam kajian. Kemarin sudah uji beban, baik statis maupun dinamis. Sebelum dioperasikan harus aman dulu SLF-nya," ujarnya.

Djarot menambahkan, dirinya sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian PUPR mengenai kelayakan jalur SSS, namun dirinya mengakui hingga saat ini belum menerima secara resmi sertifikatnya.

"Saya tidak tahu [kapan] diberikannya tapi alangkah baiknya kalau sertifikat itu ketika grand launching diberikan ya," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Simpang Susun Semanggi
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top