Kebijakan Sistem Satu Arah Pukul Pengusaha di Depok

Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di tiga ruas jalan Kota Depok, Jawa Barat, berdampak buruk terhadap dunia usaha.
Miftahul Khoer | 29 September 2017 17:29 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris - Bisnis.com/Miftahul Khoer

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di tiga ruas jalan Kota Depok, Jawa Barat, berdampak buruk terhadap dunia usaha.

Ketua‎ Kamar Dagang dan Industri Kota Depok Miftah Sunandar mengatakan sejak diberlakukannya SSA pada Juli lalu, pendapatan pelaku usaha di Depok menurun drastis.

"Banyak anggota yang mengeluh dari dampak kebijakan uji coba SSA di Depok ini. Mereka ada yang omzetnya turun hingga 75%," ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (29/9).

Uji coba penerapan SSA diberlakukan di Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Nusantara, dan Jalan Dewi Sartika. Kesemua ruas jalan tersebut diberlakukan satu arah dari sebelumnya dua arah menuju Jalan Margonda.

Ketiga jalan tersebut diketahui sebagai area perlintasan bisnis berbagai sektor mulai dari‎ kuliner, otomotif, fesyen, ritel, hingga bisnis jasa dan pusat usaha mikro kecil menengah.

Miftah menuturkan pihaknya berada di posisi netral pada kebijakan uji coba penerapan SSA di Kota Depok tersebut meskipun gelombang penolakan dan desakan penghentian SSA semakin menguat dari masyarakat.

"Di satu sisi kebijakan SSA ini kami nilai cukup bagus karena mampu mengurai kemacetan lalulintas di tiga ruas jalan itu. Tapi di sisi lain memang memukul para pelaku usaha," katanya.

Dia memaparkan tak sedikit para anggota Kadin Kota Depok mengeluhkan dengan kebijakan tersebut seiring pendapatan mereka semakin menurun.

"Tapi saya bilang kepada anggota selaku pelaku bisnis harus ada inovasi dan kreasi baru dan keluar dari zona nyaman. Kalau kondisinya seperti ini, kita ciptakan peluang baru," paparnya.

Dia menambahkan ‎pada Rabu (27/7/2017) gelombang unjuk rasa penolakan SSA semakin menguat dan akan terus dilakukan agar Pemkot Depok menghentikan kebijakan tersebut.

Kadin Kota Depok, lanjutnya akan tetap berada di posisi tengah untuk tidak pro dan kontra terhadap kebijakan SSA tersebut.

"Kami hargai pemerintah dengan kebijakannya dan kami juga hargai suara masyarakat. Tapi khusus untuk‎ pelaku usaha, kami yakin jika kebijakan ini sudah dijalani maka usaha akan kembali seperti semula," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Gandara Budiana mengemukakan pihaknya sementara ini secara tegas akan tetap melanjutkan penerapan uji coba SSA seiring dengan survey yang dilakukan kebijakan tersebut berdampak positif terhadap penekanan kemacetan.

"Kalaupun banyak suara dari masyarakat yang menolak, kami akan jadikan sebagai bahan ‎masukan ke depannya. Kami tentu akan komunikasikan kepada pimpinan dan stakeholder lain," ujarnya.

Gandara menuturkan penerapan kebijakan SSA dinilai yang paling masuk akal diberlakukan di Kota Depok seiring kemacetan pada hari biasa dan hari libur di Depok dinilai cukup tinggi.

Selain itu, kata dia, keterbatasan anggaran Pemkot Depok untuk membenahi secara maksimal infrastruktur penopang transportasi di Depok belum bisa dilakukan.

"Makanya, kami minta pemerintah pusat agar proyek-proyek tol di Depok yang bertahun-tahun agar segera diselesaikan. Kalau tol-tol sudah beroperasi, jalan di tengah kota tidak separah sekarang," paparnya.

Tag : depok
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top