Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tanah Abang Semrawut, Pendapatan Pedagang Menurun

Manager Unit Pasar Besar Tanah Abang Sunarto memaparkan kesemrawutan kondisi di area Pasar Tanah Abang berdampak buruk terhadap pendapatan para pedagang resmi di kawasan tersebut.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 27 Oktober 2017  |  10:39 WIB
Tanah Abang Semrawut, Pendapatan Pedagang Menurun
Kawasan Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat semrawut - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Manager Unit Pasar Besar Tanah Abang Sunarto memaparkan kesemrawutan kondisi di area Pasar Tanah Abang berdampak buruk terhadap pendapatan para pedagang resmi di kawasan tersebut.

Dia memperkirakan pendapatan‎ pedagang semakin menurun dari rata-rata per hari sebelumnya Rp80 miliar menjadi sekitar Rp70 miliar. Itu juga diakibatkan daya beli masyarakat yang dinilai terus menurun selama ini.

"Mau bagaimana lagi setiap hari area Pasar Abang banyak pedagang kaki lima, trotoar dipenuhi kaki lima, belum lagi ada pasar ilegal Senin dan Kamis. Makin turun dong. Coba dicek saja tanya ke setiap pedagang," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (26/10/2017).

Sunarto meminta para petugas baik Satpol PP ataupun Dinas Perhubungan menggelar razia secara rutin agar kondisi area Pasar Abang terus terkendali dan memberikan kenyamanan kepada para konsumen.

Sunarto mengatakan era Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat dinilai cukup tegas, sehingga para petugas Satpol PP dan Dishub DKI sigap menghalau para pedagang kaki lima yang dinilai mengganggu keberadaan pedagang asli Pasar Tanah Abang.

"Para petugas ini baru beraksi kalau ada imbauan pimpinan. Setiap harinya ke mana saja. Saran saya tolong rutin razia setiap hari agar kawasan Pasar Tanah Abang bisa tertib," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tanah abang
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top