Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PENUTUPAN ALEXIS: PBNU Dorong Anies Tutup Tempat Sejenis

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imaulhaq yang juga anggota Fraksi PKB DPR mengapresiasi langkah berani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Hotel Alexis. Namun, ia juga menunggu langkah serupa dilakukan Anies pada usaha sejenis.
Suasana ruangan istirahat di lantai tujuh Hotel dan Griya Pijat Alexis, Jakarta, Selasa (31/10)./ANTARA-Galih Pradipta
Suasana ruangan istirahat di lantai tujuh Hotel dan Griya Pijat Alexis, Jakarta, Selasa (31/10)./ANTARA-Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA—Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imaulhaq yang juga anggota Fraksi PKB DPR mengapresiasi langkah berani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Hotel Alexis. Namun, ia juga menunggu langkah serupa dilakukan Anies pada usaha sejenis.

Menurutnyam gebrakan Anies menutup tempat lain yang terindikasi menyediakan jasa prostitusi sangat ditunggu setelah menutup Alexis. Ia menduga tempat prostitusi seperti itu tak hanya berada di Hotel Alexis saja.

Pemerintah harus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengendus lokasi mana saja yang digunakan sebagai tempat perdangangan manusia, ujarnya.

“Yang harus didukung oleh kita adalah bukan hanya Alexis, tempat mana pun yang menyediakan perdagangan manusia itu memang harus ditutup,” ujarnya, Rabu (1/11/2017).

Menurutnya sektor pariwisata tidak harus menjual prostitusi. Harus tumbuh yang lebih profesional dan transparan tanpa praktik-praktik prostitusi.

Maman mengatakan, pihaknya tak ingin melihat tempat prostitusi berkedok tempat pijat makin menjamur di Ibu Kota. Sehingga, ketegasan orang nomor satu di Jakarta itu patut diacungi jempol.

Menurutnya, Jakarta merupakan salah satu pusat perhatian dunia. Jangan sampai nama Ibu Kota tercoreng hanya karena pemerintah tidak bisa mencegah keberadaan tempat esek-esek.

“Sebagai unsur penunjang pariwisata yang penting, hotel harus mengedepankan aspek profesionalitas dan artistik tanpa harus terjebak pada penyedian prostitusi apalagi perdagangan manusia,” ujarnya.

Sejumlah kalangan sebelumnya juga mengapresiasi langkah Anies menutup pusat hiburan tersebut, baik melalui media sosial maupun media massa.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper