Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun 2017, Anggaran Kolam Air Mancur DKI Rp579 Juta Ditolak

Anggaran perbaikan kolam air mancur di depan gedung DPRD DKI ternyata pernah diajukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat masih menjadi gubernur.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 24 November 2017  |  09:52 WIB
Tahun 2017, Anggaran Kolam Air Mancur DKI Rp579 Juta Ditolak
Air mancur di Balai Kota DKI Jakarta - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggaran perbaikan kolam air mancur di depan gedung DPRD DKI ternyata pernah diajukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat masih menjadi gubernur.

Saat itu angka yang diusulkan sebesar Rp 579 juta. Namun usulan itu ditolak Kementerian Dalam Negeri karena dianggap tidak sesuai dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2017.

Setelah tampuk pimpinan DKI dipegang Anies Baswedan, anggaran serupa muncul lagi. Angkanya menjadi Rp 620 juta.

"Kami usulkan lagi setelah kami dapat masukan dari dinas teknis,” kata Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi, Rabu (22/11/2017).

Menurut Yuliandi, nilai anggaran yang diajukan itu berdasarkan hasil penghitungan dinas teknis.

“Kami dapat pendampingan," katanya.

Yuliadi membenarkan anggaran itu pernah ditolak pada masa kepemimpinan Ahok. Namun dia yakin kali ini anggaran bakal diloloskan karena sudah melewati proses konsultasi.

Dalam situs www.apbd.jakarta.go.ig dengan kode 3.06.43.030 anggaran perbaikan kolam itu masuk dalam program peningkatan dan pengelolaan kantor Sekretariat DPRD.

Kegiatan tersebut telah dialokasikan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018.

Secara rinci, anggaran rehabilitasi kolam air mancur DPRD ini antara lain digunakan untuk belanja bibit tanaman sebesar Rp 11,3 juta. Sedangkan sisanya digunakan untuk pemasangan batu andesit, pembongkaran keramik, dan yang lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies-sandi

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top