Anies-Sandi Jalankan Revolusi Putih Ala Prabowo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno (Anies-Sandi) bakal menambah variasi pangan untuk warga tidak mampu yang jumlah sekitar 700 ribu jiwa.
JIBI | 24 November 2017 09:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Sandiaga Uno seusai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/11). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno (Anies-Sandi) bakal menambah variasi pangan untuk warga tidak mampu yang jumlah sekitar 700 ribu jiwa.

Program yang akan dikelola Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI itu menambah varian pangan berupa ikan beku dan susu.

Seperti diketahui, ikan dan susu merupakan jenis pangan yang masuk ke dalam program revolusi putih. Program tersebut digagas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sewaktu mencalonkan diri menjadi presiden pada 2014.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tak menjawab secara gamblang ketika ditanya keterkaitan penambahan varian pangan dengan revolusi putih ala Prabowo Subianto.

Ia hanya menjawab, "Susu dan ikan ini merupakan bagian daripada penyiapan protein bagi masyarakat kita," kata Sandi di Balai Kota DKI, Kamis (23/11/2017).

Menurut Sandi, ada tuntutan dari warga DKI untuk meningkatkan asupan protein melalui ikan, selain dari daging sapi dan ayam yang selama ini rutin disuplai. Selain itu, Sandi menilai bahwa Indonesia merupakan negara kelautan yang memiliki ikan berlimpah.

"Kami pastikan masyarakat mengkonsumsi ikan, frozen fish dan susu," ujarnya.

Dinas KPKP sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 885 miliar untuk membeli enam produk pangan, yaitu daging sapi, daging ayam, telur, beras, ikan, dan susu. Produk susu dan ikan beku merupakan pangan yang baru disubsidi mulai tahun depan.

Anggaran pemerintahan Anies-Sandi tersebut cukup untuk memasok kebutuhan pangan bagi 700 ribu penerima subisidi, seperti pengguna KJP, penghuni rumah susun, lanjut usia, buruh yang menerima upah minimum provinsi, dan kaum disabilitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies-sandi

Sumber : Tempo
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top